quote linkedin dugout

Berita Klub

Video 1 Galeri

Bedah Taktik: Ini matematika, bukan perjudian

EL MAGO: David Silva dances his way through midfield.

EL MAGO: David Silva dances his way through midfield.

Rasyid Hidayat menggali empat faktor unik di balik kemenangan City atas Huddersfield.

Sihir Silva

Terlepas dari peran Aguero dan Sterling yang mencetak gol penentu, laga melawan Huddersfield semalam menjadi panggung El Mago unjuk gigi.

Beberapa kali sentuhan dan operannya membuat kita garuk-garuk kepala. Salah satunya, sentuhan cantiknya di menit ke-34 kepada Aguero, yang saya yakin tak akan cukup untuk dilihat sekali.

Tidak hanya itu, umpan satu-duanya dengan Raheem Sterling setelah turun minum yang mengawali proses penalti, terbukti krusial di laga ini. Statistik pun mengamini fakta di atas, selama 88 menit di lapangan, Silva melakukan 112 sentuhan dengan operan sukses sebesar 85%.

Ia juga dikategorikan sebagai pemain yang punya pengaruh tinggi berdasarkan daya jelajah dan kontribusinya di lapangan. 

Kembalinya formasi halusinasi

Aman rasanya mengatakan jika tadi malam City memakai formasi 4-1-4-1, dengan Ferna dan Aguero menempati pos tunggal di tiap lini.

Namun, tidak salah juga mengatakan jika City bermain dengan formasi 4-1-3-2, mengandalkan Sterling dan Sane di lini depan, ya Anda tidak salah baca, Sterling dan Sane.

Berdasarkan peta jelajah di laga melawan anak asuh David Wagner, kedua sayap ini lebih banyak bermain di daerah kotak penalti ketimbang sang ujung tombak, Kun Aguero. Pemain Argentina ini justru lebih sering turun ke dalam dan berkutat tak jauh dari tepi kotak penalti.

Taktik ini diperagakan untuk memecah fokus pertahanan Terriers yang berlapis sehingga memungkinkan kedua pemain sayap untuk menusuk ke posisi yang seharusnya di tempati Aguero.

Dewi Fortuna

Dinginnya cuaca West Yorkshire nampaknya membuat dewi fortuna hanya mampir sejenak di akhir tiap babak.

Babak pertama, kemungkinan besar ia hanya sempat hadir di sisi Huddersfield.

Tandukan Schindler dari hasil sepak pojok, membentur Nicolas Otamendi yang membuat bola melaju deras menembus gawang Ederson.

Sejak gol penalti Aguero, City susah payah membongkar pertahanan menumpuk the Terries, hingga akhirnya sang dewi fortuna datang, bertukar sisi dan ambil bagian di gol 'ajaib' Sterling yang bertahan hingga akhir laga.

Matematika, bukan perjudian

Dibutuhkan alasan yang kuat untuk mengganti kapten tim disaat krusial.

Alasan inilah yang coba dibuktikan Pep Guardiola saat menarik Vincent Kompany untuk memberikan kesempatan kepada Gabriel Jesus.

Sudah berapa kali kita melihat Pep Guardiola meramu timnya dan berhasil? Sebut saja Fabian Delph di pos bek kiri atau Kevin De Bruyne yang berperan lebih ke dalam atau duet Gabriel Jesus dan Sergio Aguero yang dipandang tak akan berhasil.

Memasukkan Gabriel Jesus adalah langkah bijak, ia telah mencetak 15 gol dari 21 kali penampilannya bersama the Blues, memiliki rataan gol terbaik dan tak terkalahkan di Premier League. Dan lebih pentingnya lagi, ia berperan penting dalam gol kemenangan City di Huddersfield.

Fakta tersebut membuktikan bahwa Pep Guardiola tidak asal meracik, tetapi memperhitungkan setiap langkah yang ia akan ambil.

Jadi, aman rasanya untuk menyimpulkan bahwa menggantikan seorang kapten di menit 80 bukanlah sebuah perjudian, melainkan hasil olah statistik dan matematika.

Berita Klub

Nobar City minggu ini: Huddersfield!

Berita Klub

Bedah taktik: Karakter tim juara

TOP SPOT: City players celebrate Sterling's winner

Mimin yang tak lekang oleh waktu @HanifThamrin membedah lebih dalam apa arti kemenangan 1-0 City atas Feyenoord di Liga Champions…

Bedah taktik: Karakter tim juara

Berita Klub

Bedah taktik: Alasan City begitu dominan