quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Mampukah Mahrez mengikuti jejak Benarbia?

Riyad Mahrez bukanlah pemain Aljazair pertama kami.

Tiga pemain asal Ajazair pernah bermain untuk City, dan walaupun Djamel Belmadi dan Karim Kerkar gagal tampil memukau selama periode singkat musim 2002/03, pendahulu mereka, Ali Bernabia, justru mampu melakukannya.

Mungkin adil rasanya untuk mengatakan bahwa hanya sedikit orang yang mengenal Ali ketika ia berkeliling Inggris untuk mencari rumah barunya. Pada 2001, tidak banyak sepak bola internasional di TV dan sosial media belum sebesar sekarang - hari ini bisa jadi berbeda cerita. Eks Pemain Terbaik Perancis ini telah bermain untuk Bordeaux, Monaco dan mengapteni Paris St. Germain selama berkarir di Ligue 1 yang memberikannya 400 penampilan lebih.

Walaupun lahir di Aljazair, keluarganya hijrah ke Perancis ketika ia berusia satu tahun. Walapun begitu, kemampuannya sangat dihargai di Perancis, ia tidak pernah dipilih masuk tim Les Bleus, kendati ia punya kualitas untuk bermain di dalamnya. Aljazair pertama kali mendekati Benarbia pada 1986 ketika ia berusia 18 tahun, walaupun tidak pernah menolak bermain untuk negaranya, ia diberitakan tidak senang dengan profesionalisme tim nasionalnya saat itu dan harus menunggu 14 tahun sebelum ia mengenakan seragam hijau-putih untuk pertama kalinya di usia 31 - pertama dari tujuh caps.

Ali hampir berusia 33 tahun ketika ia tiba untuk uji coba bersama Sunderland, tapi ia meresa klub tidak terlalu berniat merekrutnya dan percaya mereka menunjukkan rasa respek selama masa baktinya.

WATCHING BRIEF: Patrick Roberts keeps a close eye on Mahrez

July

Flicks and tricks: Mahrez's first training session

View original post

Manajer Black Cats, Peter Reid, melihatnya berlatih beberapa kali sebelum menentukan apakah ia akan menawarkan Ali kontrak, tapi Ali merasa ia tidak perlu membuktikan apapun dan memilih tidak bergabung dengan Wearside.

Kevin Keegan yang beritahu oleh agen soal ketersediaan Ali, mengajaknya makan siang di Carrington di mana ia memberikan kabar baik untuk Ali, dan ia bergabung sebelum ia pulang ke negaranya.

Seperti Georgi Kinkladze dan Eyal Berkovic sebelumnya, Ali hanya butuh 10 menit untuk menyihir Maine Road di laga debutnya melawan Birmingham City dan, usai laga pertamanya, pemain yang tidak dikenal tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan suporter.

ONE OF US: Riyad trains with City for the first time

Ia memberikan dua asis dan bisa menambahnya jika peluang darinya dapat dimanfaatkan dan ketika ia diganti menit ke-74, ia menerima aplaus meriah dari penonton - sebuah debut yang berkesan yang membuat Keegan berkata: "Suporter tidak memiliki banyak pahlawan dalam kurun 20-30 tahun belakangan, mungkin kembali ke era Colin Bell. Tapi, Benarbia dalam kelasnya, tentu tidak salah lagi.

"Ia adalah Pemain Terbaik Perancis dua musim yang lalu dan saya mendapatkannya secara gratis. Keuntungan besar!"

JENIUS DAN KREATIF

Bersama dengan Berkovic, City mungkin memliki salah satu kombinasi lini tengah terbaik di Inggris - termasuk Premier League.

 

Pertahanan Championship tidak bisa menghentikan Benarbia yang memiliki fisik kuat dan tidak bisa ditaklukan dalam permainan. Ia menginspirasi tim pada musim 2001/02 - mungkin salah satu musim paling dinikmati fans dalam 20 tahun ini.

City memenangkan liga, Ali terpilih sebagai Pemain Terbaik Klun, dengan City mencetak rekor gol dalam perjalanan meraih gelar.

Pengaruh Benarbia tidak bisa diremehkan dan visinya mampu menciptakan banyak peluang bagi Shaun Goater, Darren Huckerby dan Paulo Wanchope - Wanchope bahkan berkata "Ia akan menemukanmu ketika Anda tidak bisa menemukannya sendiri!"

Ali mengemas 78 penampilan bersama City dan mencetak 11 gol. Ia kembali dalam laga inaugurasi City of Manchester melawan Barcelona di mana ia disambut sebagai pahlawan.

Seperti Benarbia, Riyad mempertaruhkan karirnya di Inggris dan terbayar dengan manis.

Sekarang ia akan mencoba untuk membuat warisannya sendiri di City.