quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Academy News

Video 1 Galeri


‘Ia bermain dengan senyuman, itu yang terpenting’

D'MARGIO WRIGHT-PHILLIPS: Following the family tradition

D'MARGIO WRIGHT-PHILLIPS: Following the family tradition

Menjadi pembawa bendera akademi Manchester City adalah sesuatu yang selalu dibanggakan oleh Shaun Wright-Phillips.

Status Academi City dikonfirmasi bulan Agustus 1999, Wright-Phillips jadi anak muda pertama dari tim muda – yang tampil ke tim utama saat ia membuat debutnya kontra Burnley di usia 17 tahun.

 

Shaun menjadi sosok populer diantara fans City dan membuat 275 penampilan dalam dua periode, ia menghabiskan nyaris satu dekade berseragam biru langit dan saat ini membela Phoenix Rising di USL.

 

20 tahun setelahnya, anak Shaun – D’Margio Wright-Phillips bersiap untuk partai final FA Youth Cup kontra Liverpool saat the Blues membidik trofi bergengsi itu untuk ketiga kalinya dalam kategori U18.

“Sangat menyenangkan sejujurnya, sama seperti orang tua lainnya yang bangga atas pekerjaan bagus anak mereka,” kata Shaun.

“Fakta bahwa D;Margio melakukan sesuatu yang saya lakukan sungguh fantastis dan fakta bahwa ia bermain dengan senyuman adalah yang terpenting bagi saya.”

Apakah D’Margio punya gaya yang sama seperti ayahnya sebagai pemain? Shaun berkata ada kesamaan, tetapi ia juga mirip kakeknya, Ian Wright serta pamannya Bradley Wright-Phillips.

“Terkadang (ia mirip saya) dari sisi karakternya di dalam pertandingan dan caranya mempengaruhi pertandingan, namun ia juga sedikit mirip kakeknya, pamannya dan ia punya saya jadi ada tiga mentor berbeda yang ia punya dengan tiga gaya berbeda pula, jadi itu memberikannya keuntungan karena saya tidak memilikinya ketika beranjak dewasa.”

Satu hal yang membuat Shaun terus antusias yaitu jumlah talenta yang terus berdatangan dari akedemi ke tim utama, tak hanya bagi City namun juga Inggris.

“Sangat penting bagi klub seperti City untuk terus berinvestasi di pemain muda karena itu adalah masa depan sepakbola dan masa depan Inggris,” katanya.

“Jika kita tidak menemukan talenta mendebarkan seperti Phil Foden, maka kita akan memotong aliran darah timnas dan kita akan mundur.

“Dari klub ke klub, lulusan akademi dipandang berbeda – beberapa dari mereka lulus dan bermain di tim utama, beberapa nama lain harus dijual untuk menghasilkan uang.

“Cara City melakukannya adalah dengan mengembangkan pemain untuk tim utama – sedikit sulit disana, karena City adalah tim paling top, tetapi itu sudah diperkirakan, dan pemain harus siap untuk tantangan dan menikmatinya.”

Shaun percaya D’Margio mengalami kemajuan dengan caranya dan tidak berpikir kepopuleran sang ayah di klub yang sama akan membuat perbedaan.

“Apakah nama Wright-Phillips membantunya? Tidak. Saya rasa tidak,” kata Shaun.

“Diama pun sepakbola dimainkan, Anda tidak bisa hanya bertahan dengan nama terkenal – Anda harus berada diantara yang terbaik – itu mungkin sedikit membantu di masa lalu, tetapi kini tidak lagi.

“Semua tentang apa yang Anda lakukan di lapangan dan potensi Anda untuk berkembang menjadi sesuatu yang spesial, terutama di City.

“Jadi, pertahankan konsistensi, bekerja keras dan lihat kemana itu membawanya.”

Jelang final Kamis nanti, Shaun menambahkan: “Saya akan menonton laga dari suatu tempat, meski saya tidak yakin akan berada dimana. Tetapi saya masih berada di UK jadi kita lihat yang akan terjadi, yang jelas saya mendukung City untuk menang, seperti biasa yang saya lakukan.

“Setelah itu, kembali ke Phoenix – Manchester terlalu dingin untuk saya sekarang!”