The Blues resmi menjadi juara setelah meraih kemenangan atas Porto di Academy Stadium dalam cuaca hujan deras.

Kelechi Ihenacho mencetak satu-satunya gol di pertandingan ini, gol tersebut ditambah performa gemilang kiper Angus Gunn dalam menahan gempuran Porto cukup untuk membawa City menjadi juara.

Kemenangan ini terasa pantas mengingat kualitas sepakbola yang dimainkan oleh tim Elite Development Squad begitu konsisten sepanjang turnamen.

Manajer Patrick Vieira menekankan gaya sepakbola menghibur yang diterapkan timnya berdasarkan kepada penguasaan bola, konsep ini didukung dengan semangat muda timnya yang ditinggal beberapa pemain senior karena tengah dipinjamkan.

Melihat sang kapten George Glendon mengangkat trofi juara pertama bagi EDS, para pendukung yakin dengan masa depan cerah para skuad muda the Blues. 

Vieira memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk merasakan pengalaman bermain di kompetisi internasional dan memuji para pemain muda City yang mampu menjawab kesempatan itu dengan penampilan gemilang.

Beberapa pemain seperti Angelino, Iheanacho dan Pablo Maffeo ambil bagian di partai final FA Youth Cup kembali ke dalam tim, dengan formasi 4-3-3 tim EDS mampu menterjemahkan ide-ide dan konsep permainan yang diusung Patrick Vieira.

Beberapa pemain dari tim utama seperti Edin Dzeko dan Aleks Kolarov menyempatkan diri menonton pertandingan ini. City langsung menggebrak di menit awal dan terbukti pertandingan baru berlangsung lima menit Iheanacho langsung memecah kebuntuan.

Memasuki babak kedua tim tamu mulai memberikan perlawanan, dan cuaca ekstrem membuat pertandingan berjalan sulit bagi para pemain bertahan dan kiper.

Angus Gunn muncul sebagai pahlawan dengan beberapa penyelamatan gemilang, termasuk ketika ia berhasil menepis tendangan pemain Porto dengan jari beberapa menit babak kedua dimulai.

City bukannya tanpa peluang di babak kedua, usaha tendangan melengkung dari Ntcham melebar tipis dari tiang gawang setelah ia menerima umpan dari Brandon Baker yang masuk sebagai pemain pengganti.

Nama terakhir tersebut hampir saja menambah keunggulan di penghujung pertandingan tetapi penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat bola melenceng dari sasaran.

Kemenangan yang pantas melihat dari kolektivitas permainan yang ditampilkan skuad muda City, dan mereka kini resmi menyandang gelar :

Juara International Premier League Cup!