Seperti ketika ia menolak ungkapan superlatif saat mengalahkan Newcastle di pertandingan pertama Liga Primer, manajer asal Cile ini juga tidak terlalu larut dalam kekecewaan yang sangat ketika menerima kekalahan pertamanya di musim 2013/14.
The Blues sepertinya akan menang mudah ketika Edin Dzeko memberi keunggulan setelah lewat tendangan geledeknya di menit ke-51. Namun tiga gol dalam waktu 25 menit membalik dengan drastis keadaan.
Pellegrini mengakui timnya harus bisa bertahan lebih bagus dalam situasi tertekan namun ia mengatakan bahwa tim yang bermain lebih bagus di pertandingan telah mengalami kekalahan.
‘’Kami bermain melawan tim yang sangat sulit,’’ kata Pellegrini. ‘’Mereka menempatkan 10 pemain di sekitar kotak penalti mereka sendiri selama babak pertama dan sangat sulit buat kami untuk mencetak gol.’’
‘’Setelah kami mencetak gol kami menjadi lebih baik namun dua skenario bola mati menentukan pertandingan.’’
‘’Saya belum melihat lagi gol yang terjadi, tetapi mengantisipasi bola-bola mati adalah tanggungjawab seluruh tim --kiper dan pemain bertahan. Tidak peduli siapa yang salah, kebobolan dua gol lewat tendangan sudut itu terlalu banyak.’’
‘’Sesudah mencetak gol pertama seharusnya kemudian menjadi lebih mudah buat kami, tetapi nyatanya sangat sulit.’’
‘’Kami tidak tampil terlalu bagus tetapi juga tidak terlalu jelek. Kami sabar menunggu gol pertama, lalu gol terjadi namun kami kemudian kebobolan lewat dua sepak pojok.’’
“Sepakbola memang seperti itu. Kami harus berkonsentrasi menghadapi situsi-situasi itu (sepak pojok) dan walau Cardiff menang namun kami bermain lebih baik.’’
...Manuel Pellegrini...
“Kami kalah karena kami kehilangan konsentrasi. Kami akan memperbaikinya selama latihan.’’
Javi Garcia dipasangkan dengan Joleon Lescott di janting pertahanan karena absennya Matija Nastasic dan Vincent Kompany.
Boss City itu tidak menyalahkan kedua pemain atas gol yang terjadi dan lebih menuding dua saat ketika timnya kehilangan konsentrasi sebagai sebabnya.
‘’Saya kira kedua bek tengah bukanlah problemnya,’’ katanya.
“Cardiff adalah tim yang sulit, mereka bermain mengandalkan serangan balik dan pemain bertahan kami bisa menahannya. Hanya dua tendangan sudut itu persoalannya.’’
‘’Kami tahu sebelum datang ke sini bahwa Cardiff adalah tim yang bagus, mereka jarang kalah di sini musim lalu. Kami datang dan mencoba menang tetapi kami kalah.’’
‘’Mungkin kami bermain terlalu lamban di babak pertama karena mereka bertahan hingga jauh ke belakang. Kami harus memastikan operan kami akurat. Setiap pertandingan selalu berbeda. Saya kira kami tidak bermain terlalu buruk yang menyebabkan kami kalah.’’
‘’Tak ada beda antara Liga Primer dan La Liga dalam persoalan ini -- tendangan sudut sama di Eropa dan di seluruh dunia.’’
‘’Kami mencetak dua gol dan punya beberapa kesempatan tetapi pertandingan tadi ditentukan oleh dua tendangan sudut.’’