Dengan mengalahkan juara Liga Champions dan pimpinan klasemen sementara Liga Primer hanya dalam satu minggu, City masih mempunyai tenaga untuk menang mengesankan 3-1 lawan klub Liga Championship.
‘’Kemenangan yang sangat professional. Karena setelah mengalahkan Bayern Muenchen dan Arsenal, lalu harus bertanding di sini di Piala Liga bukanlah hal yang mudah,’’ nilainya.
‘’Bagi Leicester tentu saja wajar kalau mereka termotivasi dan karenanya sulit bertanding melawan mereka di kandang.’’
‘’Saya kira tim City bermain serius dan penting untuk terus melaju di piala ini.’’
Pellegrini melakukan perombakan besar-besaran dengan hanya tiga pemain yang bertahan dari tim yang bertanding melawan Arsenal akhir pekan lalu.
‘’Itu sebabnya kami mempunyai skuad dan penting untuk merotasi pemain, namun tetap bermain dengan gaya yang sama,’’ jelasnya.
‘’Sangat penting untuk mempernaiki cara kami bermain. Tidak peduli apakah itu Piala Capital One, Liga Primer atau Liga Champions. Kami mencoba bermain dengan cara yang sama. Mengganti pemain tetapi dengan tetap memainkan satu gaya.’’
‘’Sangat penting bagi semua pemain di skuad untuk mengerti bahwa mereka itu penting. Mungkin satu pemain bermain lebih banyak dari yang lain, tetapi kami begitu banyak pertandingan dalam satu tahun.’’
Satu-satunya elemen yang mengecewakan adalah cederanya Pablo Zabaleta setelah 12 menit karena tertarik otot paha belakangnya.
‘’Kami harus melihat besok seberapa parah cederanya,’’ ungkap Pellegrini.
Manajer City itu mengakui ia akan sangat gembira kalu City lolos ke final. Terakhir kali City ke final Piala Liga adalah tahun 1976 ketika anak asuhan Tony Book mengalahkan Newcastle 2-1.
‘’INi kompetisi penting karena bermain di Wembley merupakan hal yang indah,’’ katanya sambil tersenyum.
‘’Juga menurut saya sangat penting untuk memenangkan semua kompetisi yang anda ikuti. Kenapa tidak? Kalau anda harus bermain ya kalau bisa memenangkannya.’’
‘’Saya kira akan menjadi pertandingan yang indah di final.’’