Richards kemungkinan akan tampil untuk pertama kalinya melawan klub yang dilatih oleh Owen Coyle hari Selasa. Ia menjadi pemain cadangan saat melawan United dan ingin menghapus kenangan pahit kalah di final Piala FA dari Wigan musim lalu.
‘’Saya tidak biosa menjelaskan apa yang terjadi ketika itu,’’ kata Micah. “Ada sesuatu yang tidak ada hari itu. Berbeda sekali dengan ketika kami bermain di final melawan Stoke setahun sebelumnya. Saat lawan Stoke ada perasaan ‘’kita tidak akan kalah’’ dan tekad untuk memenangkan piala yang pertama di banyak pemain.
‘’Saya tidak turun saat lawan Wigan, tetapi jelas ada sesuatu yang hilang. Wigan selalu bermain bagus lawan kami dan selalu menjadi tim yang menghantui kami. Saya tidak mengatakan rekan-rekan tidak berusaha karena kami selalu ingin menang tetapi mungkin mereka lebih bertekad untuk menang ketimbang kami.’’
...Micah Richards...
“Setiap tekel yang 50/50 kami selalu kalah dan mereka memenangkan pertarungan yang sifatnya perorangan di semua lini. Pertandingan itu sudah lewat sekarang dan kami harus memastikan membalasnya di kompetisi ini.’’
Piala Liga selama beberapa tahun menjadi sorotan karena klub-klub besar cenderung menurunkan pemain-pemain muda ataupun dari reserves.
Richards meyakini kalau mereka bisa berkompetisi hingga babak-babak akhir maka kompetisi ini akan memberi kesempatan bagi semua pemain untuk turun dan membuka kesempatan piala pertama untuk musim ini. Terutama sekali karena City belum pernah lagi menang sejak tahun 1976.
‘’Saya kira Piala Capital One layak dijalani dengan serius walaupun kami harus menghadapi banyak pertandingan. Akan ada pemain dari tim utama yang tidak turun sebanyak yang mereka inginkan dan ini akan menjadi kesempatan mereka untuk bermain, semua pemain akan puas bisa turun bermain.’’
‘’Terutama lagi kalau bisa masuk ke babak-babak akhir, bisa menjadi pijakan untuk menunjukkan kepada manajer akan kemampuan yang anda punya. Ini menjadi kesempatan yang bagus untuk semua pihak.’’