Retorika yang sering terucap adalah pertandingan di hari Sabtu selalu menekan para rival dalam persaingan gelar juara dengan sebuah kemenangan. Namun, hal itu belum tentu benar bagi Manuel Pellegrini setelah timnya menang 4-1 atas Southampton.
Karena intensitas persaingan di papan atas kini meningkat, Pellegrini berpendapat bahwa Chelsea, Liverpool, dan Arsenal memiliki semangat dan keinginan untuk menang yang sama terlepas apapun hasil pertandingan di tempat lain.
Sangat beringas, itulah cap yang disematkan untuk City, mengingat mereka telah memenangkan 16 laga dari 20 pertandingan terakhir, dan hanya pernah kalah satu kali dalam periode tersebut.
“Keempat tim memiliki tekanan yang sama sampai akhir musim, mereka semua ingin memenangkan gelar” tegas Pellegrini. “Semua orang tahu bahwa mereka harus menang, terlepas kita (City) menang atau kalah”, lanjutnya.
“Kami hanya tergantung pada diri kita sendiri sampai akhir musim ini. Sangat penting untuk terus bermain seperti yang kami lakukan di babak kedua karena saya pikir itu adalah performa yang hebat”.
“Kami sangat menikmati hasil paruh kedua musim ini yang menurut kami lebih baik daripada rentetan hasil di paruh musim pertama”.
“Kami sudah meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir kami -- Mungkin kita memiliki performa yang tidak memuaskan di bulan Februari dan pada awal bulan Maret, tapi saya berpikir bahwa saat ini tim telah kembali ke penampilan terbaiknya”.
Babak kedua adalah segalanya, sebuah klise dalam sepakbola yang menunjukkan bahwa terkadang babak kedua di dalam sebuah pertandingan lebih menentukan.
Dalam pertandingan melawan Soton ini, menurut seorang pelatih asal Chile tersebut, terlalu banyak ruang antara area pertahanan, lini tengah dan penyerang di babak pertama sehingga Soton dapat lebih mendominasi pertandingan.
Namun, Pellegrini puas dengan kualitas para pemainnya dalam memperbaiki dan memainkan bola setelah istirahat babak pertama.
“Itu adalah permainan yang sangat berbeda, di babak pertama dan di babak kedua”, tegasnya.
“Pada 45 menit pertama kami tidak bermain baik karena ada ruang besar antara lini ke lini, sehingga kami tidak bisa mendapatkan bola dari lawan yang kami akui bermain baik”.
“Tapi dalam keadaan yang sebenarnya buruk bagi kami, kami justru mencetak tiga gol dan saya pun sebenarnya tidak ingat peluang yang sangat emas bagi Southampton di babak pertama”.
“Saya berpikir bahwa kita membuat kesalahan yang cukup berdampak dengan tidak menutup ruang antar lini ke lini, Anda harus melakukannya jika Anda ingin menciptakan tekanan kepada lawan”.
“Southampton selalu punya waktu untuk mengubah dan menciptakan peluang berbahaya di dalam kotak penalti kami. Kami tidak dapat mendapat bola, tapi kami bertahan sangat bagus . Meskipun mereka unggul penguasaan bola, mereka tidak menciptakan peluang”.
“Skor 3-1 pada babak pertama tidak menunjukkan permainan yang ideal bagi City, tapi kami bermain jauh lebih baik di babak kedua, kami merebut bola dengan baik dan membuat banyak peluang bagus melawan tim yang sangat bagus”.
Salah satu pembicaraan yang kontroversial adalah menyangkut gol kedua City di babak pertama.
Dari tayangan ulang, terlihat sepertinya David Silva telah terperangkap offside ketika menerima umpang dari Edin Dzeko, namun wasit melanjutkan permainan dan Samir Nasri akhirnya mencetak gol.
Pellegrini membantah bahwa momen tersebut lah yang membuat City menjadi unggul, dan menegaskan bahwa City berhak mendapatkan kemenangannya hari ini.
“Saya tidak berpikir bahwa gol kedua mengubah permainan, karena kami mencetak gol beberapa menit kemudian”, katanya.
“Saya tidak berpikir perbedaan itu hanya ada di gol kedua, kami menang 4-1. Jika kita hanya memenangkan pertandingan 1-0 mungkin Anda bisa mengatakan bahwa itu adalah kesalahan fatal dari wasit”.
Mauricio Pochettino kecewa dengan beberapa keputusan wasit Chris Foy dan asistennya di pertandingan kali ini.
Orang Argentina itu percaya bahwa penalti yang diberikan kepada City pada menit kedua adalah terlalu keras, dan ia kecewa bahwa hakim garis tidak melihat David Silva dalam posisi offside ketika membangun set-play untuk gol kedua tim tuan rumah.
“Di 45 menit pertama, kami bermain lebih baik dari tim yang digadang-gadang akan menjuarai Liga Inggris”, Pochettino menyatakan.
“Untuk mengalahkan tim seperti City, tim yang penuh dengan pemain kelas dunia, Anda harus memiliki hari yang sempurna dan memiliki wasit yang bersikap adil. Sayangnya, mereka tidak demikian untuk hari ini”.
“Saya baru saja melihat tayangan ulang itu [momen penalti] di TV dan saya pikir tidak pas penalti tersebut dijatuhkan di pertandingan yang baru berjalan dua menit, dan gol kedua itu sangat jelas, ia lebih dulu offside sejauh dua meter”.
“Itu jenis permainan yang sering Anda mainkan di sekolah dan ketika Anda mendapatkan momen yang tidak ideal seperti itu, dapat mempengaruhi setiap pemain. Dan hal-hal tidak tepat tersebut mempengaruhi pemain kami”.