Bek kelahiran Paris tersebut berkata: “City adalah klub top di Eropa. Ini adalah langkah penting bagi saya setelah meninggalkan Porto dan saya bergabung bersama City untuk meneruskan perkembangan. Saya ingin memenangi titel dan percaya bisa melakukan hal tersebut di sini. Saya ambisius dan oleh karena itu saya datang.

“Saya sangat bahagia datang ke Inggris karena, bagi saya, Premier League adalah liga terbaik di dunia. Kompetisi Inggris sangat intens dan agresif. Terdapat banyak gol, jadi liga mereka sangat mengasyikkan untuk ditonton dan saya tidak sabar mulai!

“Fakta bahwa Fernando di sini juga lebih baik karena saya bermain dengannya di Porto tapi juga ada pemain-pemain yang saya kenal seperti Sagna, Clichy, dan Nasri.

“Saya sangat menantikan tantangan ini dan tidak sabar untuk beradaptasi lalu memulai musim.”

Manajer barunya, Manuel Pellegrini, menambahkan: “Saya sangat gembira menambah pemain dengan kualitas seperti Eliaquim di skuat jelang musim baru.

“Ia adalah pemain bagus tapi menurut pendapat saya ia punya semua syarat mental, fisik, teknik, dan taktis untuk menjadi salah satu bek terbaik Eropa.

“Eliaquim adalah pemain yang saya percaya bisa membawa dampak instan ke Premier League, berkat kemampuan fisik, pembacaan laga, dan kualitasnya memainkan bola.

“Saya pikir ia akan menjadi pembelian apik bagi kami.”

Terkenal sebagai salah satu bek paling menjanjikan di Eropa daratan, pemain asal Paris ini populer karena tekel tidak kenal ampunnya, pengambilan posisi, serta atletisme.

Kendati masih muda, Mangala telah beradaptasi ke Liga Champion relatif mudah dengan tampil di kompetisi tersebut empat kali dari lima tahun terakhir ketika bermain di Standard Liege dan Porto.

Penampilan solid Eliaquim bersama Nicolas Otamendi membuatnya sebagai salah satu bintang terang Porto walau sang juara Portugal tidak lolos dari Grup G Liga Champions musim lalu.

Setelah Natal, Ia mencetak tiga gol dari enam penampilan di Liga Europa dengan Porto mencapai perempat final sebelum tumbang di tangan sang jawara, Sevilla.

Mangala memulai karier profesionalnya di Standard Liege di mana ia memenangi liga dan piala Belgia sebelum Porto merekrutnya.

Seperti di Liege, Eliaquim harus sabar untuk tampil karena ia bergabung dengan Rolando, Otamendi, dan Maicon menjadi pilihan sang pelatih ketimbangnya. Kendati begitu, musim kedua sang pemain berlangsung dengan lebih sukses karena ia menjadi starter, tampil 39 kali di semua kompetisi dan mencetak tujuh gol.

Sejak bergabung dengan klub dua kali jawara Eropa tersebut, sang pemain telah menjuarai Liga Portugal dua kali, pada 2011/12 dan 2012/13.

Secara total, Mangala telah turun 92 kali bagi Dragons di semua kompetisi, termasuk dalam 42 kesempatan bersama pemain anyar City, Fernando, pada 2013/14.

Walau Eliaquim pindah ke Belgia pada umur lima tahun dan memegang paspor Belgia, ia memilih untuk mewakili tanah kelahirannya dan melakoni debut internasional bagi Prancis U-21 dalam laga persahabatan melawan Tunisia pada 13 November 2009.

Ia tampil 23 kali pada level ini dan membuat debutnya di level senior saat Didier Deschamps memilih sang pemain pada kekalahan 0-1 dari Uruguay di Montevideo pada Juni 2013.

Deschamps menyertakan Mangala di skuatnya untuk Piala Dunia 2014 walau sang pemain tidak turun dalam perjalanan Prancis ke perempat final. Kendati begitu, pengalaman ini pasti akan membantunya berkembang jelang pagelaran Piala Eropa 2016 yang bakal diadakan di negara asalnya.

Kini, ia tiba di Barclays Premier League dengan harapan untuk menambah tiga caps internasionalnya dan juga membantu sang jawara mempertahankan titel.

Mangala bergabung ke klub bersama Willy Caballero, Fernando, Frank Lampard, Bacary Sagna, dan Bruni Zuculini musim panas ini.

Lihat infografis Eliaquim Mangala