Kali ini tidak ada jari kuku yang habis digigit, tiada dorongan detik-detik akhir, dan momen Aguero. Namun, hasilnya tak kalah memuaskan.

City menjadi juara Barclays Premier League untuk kedua kali dalam tiga tahun terakhir setelah kemenangan nyaman 2-0 lawan West Ham pada hari terakhir musim 2013/14.

Gol Vincent Kompany pada menit ke-49 merupakan gol ke-156 City di musim luar biasa ini yang menghasilkan gelar dobel liga dan Capital One Cup.

Gaya dan makna. Itulah cara Manuel Pellegrini.

“Bukan tentang memenangi titel, tapi cara Anda memenanginya,” ujar Pellegrini di konpers seusai pertandingan.

“Tak peduli Anda bermain lawan siapa, mungkin lebih mudah mencetak gol dan berlindung di belakang bola kemudian. Kami punya pemain bagus untuk bermain serangan balik, mereka cepat dan penuh teknik brilian. Namun, saya tak mengkritik cara tim lain main. Bagi saya kemenangan seperti itu bukan caranya.

“Para fan menikmati musim brilian – kami memecahkan rekor untuk gol terbanyak di Inggris. Ini tentu berkat kualitas pemain yang kami punya.

“Tentu saya bangga untuk menangani grup pemain dan klub ini. Kehormatan besar untuk menjadi pelatih di luar Eropa pertama yang menjuarai gelar tapi saya bukan orang paling penting.

“Saya pikir semua orang menikmati musim ini – para pemain, saya, para fan – karena tim bermain sangat bagus, ini sama pentingnya dengan menjaurai titel.

“Saya memberi selamat pada semua tim – ini adalah musim brilian.”

Pellegrini kemudian ditanya apa karakteristik paling penting sukses ini. Jawabannya sederhana.

“Percaya dengan cara kami bermain,” ungkap Pellegrini.

“Musim ini sangat sulit – kami hanya bisa berada di puncak pada beberapa hari terakhir. Kami punya tiga laga di tangan bagi kebanyakan fase tahun ini. Kami selalu melihat bahwa kami di belakang – Sembilan pon di belakang Chelsea, tujuh poin di belakang Liverpool, atau semacam itu.

“Kami satu-satunya tim yang terlibat dalam empat kompetisi hngga jelang akhir.

Para pemain selalu percaya dengan apa yang kami coba raih dan bahwa kami bisa menjadi pemuncak klasemen apabila memainkan kesemua laga simpanan kami.”

Pellegrini juga mengakui bahwa ia sebenarnya ingin bertahan lebih lama di dua kompetisi lain yang City tidak menangkan dan menekankan pada kemajuan performa tandang tim dan kemampuan mengalahkan Liverpool sebagai kedua titik balik kampanye.

“Musim ini brilian – kami bisa memenangi dua trofi, walau kami juga kecewa terdepak dari Liga Champions seperti yang kami alami,” ungkapya.

“Kekalahan melawan Wigan di Piala FA sangat susah dicerna, tapi ketika Anda melihat bahwa kami telah memainkan 15 laga lebih ketimbang Liverpool, mungkin kita dapat melaju lebih jauh di Piala FA tapi bisa jadi tidak menjadi juara sekarang.

“Banyak momen kunci musim ini – satu pada awal kompetisi ketika kami hanya mengambil poin sedikit dari laga-laga tandang.

“Pada saat itu saya berbicara kepada pemain agar kami terus bermain sama. Saya selalu berpikir bahwa kami tidak berhak kalah pada pertandingan-pertandingan itu.

“Sejak saat itu hingga sekarang, kami adalah tim yang memenangi poin tandang lebih banyak.

“Momen kedua adalah laga mealwan Liverpool – pertandingan di mana kami tidak berhak kalah. Pada momen itu titel liga terasa sangat jauh tapi kami tidak pernah menyerang dan berharap agar Liverpool menjatuhkan poin.

“Kami memulai dengan laga sulit melawan Sunderland – ini bukan minggu terbaik tapi kami memutar balik keadaan, memenangi kelima laga terakhir dan menjuarai titel.”

he last five games and won the title.”