Tim Manuel Pellegrini tertinggal lewat gol Wilfried Bony, setelah sembilan menit, tapi gol Stevan Jovetic dan Yaya Toure membalikkan keunggulan tuan rumah menjadi 2-1.
Meskipun Swansea hampir menyamakan kedudukan di menit-menit akhir, manajer Manchester City sangat senang timnya kembali menang.
“Saya pikir sangat penting untuk Yaya -- ia bermain untuk tim nasional pada hari Rabu dan ia bermain dua pertandingan dalam seminggu tapi dia memiliki kepribadian dan karakter untuk terus bermain sampai akhir,” katanya kepada wartawan yang berkumpul di konferensi pers pasca-pertandingan.
“Saya pikir dia bermain sangat baik tapi kita tidak menganalisis berapa gol yang telah dicetak Yaya -- tidak mungkin baginya untuk mengulangi gol yang ia cetak musim lalu. Yaya adalah seorang gelandang, bukan penyerang.
“Saya rasa dia terus membaik di setiap pertandingan.”
Pencetak gol terbanyak City, Sergio Aguero, tidak bisa menambah koleksi 12 gol-nya di Liga Premier, tapi manajer senang bahwa gol-gol tadi terdistribusi ke pemain lain di dalam skuat.
“Penting bagi pemain untuk mencetak gol, tetapi saya pikir seluruh tim harus senang karena kami bermain sangat baik hari ini,” kata Pellegrini.
“Terutama karena kami tertinggal dulu 1-0, lalu kami memiliki keyakinan untuk terus berjuang. Kami memiliki banyak peluang dan akhirnya kami memenangkan pertandingan ini melawan tim yang bermain sangat baik.
“Musim lalu kami mencetak banyak gol tapi juga semua pemain terlibat bikin gol.
Jadwal selanjutnya adalah kunjungan Bayern Munich ke Etihad pada Selasa malam.
Manuel percaya bahwa kemenangan atas Swansea dapat membantu anak asuhnya menigkatkan kepercayaan diri untuk menghadapi tim Pep Guardiola.
“Kemenangan di Liga Premier sangat penting, karena kami harus menambah poin. Kami memiliki tujuh pertandingan di bulan Desember yang berarti ada 21 poin maksimal yang tersedia, dan kami harus menang sebanyak yang kami bisa,” lanjut manajer berusia 61 tahun ini.
“Setelah itu, selalu lebih baik untuk menghadapi Liga Champions melawan tim besar seperti Bayern.
“Mungkin jika kami mencetak gol sebelum gol kedua, kami tidak akan merasa tegang beberapa menit di akhir laga. Tapi, kami beberapa kali gagal melancarkan operan, dan kiper mereka membuat banyak penyelamatan penting.
“Kami bekerja setiap hari untuk meningkatkan pertahanan, jadi saya harap hari Selasa nanti kami tidak akan membuat kesalahan yang kami buat hari ini.”
Sementara itu, dari pihak tim tamu, Garry Monk secara filosofis mengakui bahwa ia bangga dengan para pemainnya, yang cukup merepotkan tim ‘kelas dunia’.
“Saya tahu beberapa bek kami bermain dengan ‘keras’, tapi dalam melawan tim seperti ini, itulah yang harus Anda lakukan,” katanya. “Kami bermain dengan baik dan selalu terus berjuang.
“Itu adalah Manchester City dengan pemain-pemain kelas dunia di seluruh lini, tapi kami merepotkan mereka hari ini dan memiliki beberapa peluang,” tutup Monk.