Zabaleta ditarik keluar karena cedera kala Argentina menang 4-2 lawan Jerman pada akhir pekan kemarin – ironisnya setelah mendapat tekel telat dari striker Arsenal, Lukas Podolski – tapi ia diharapkan bisa kembali pada laga krusial kontra Gunners.
“Itu tekel keras dan saya masih merasa tidak nyaman walau membaik tiap hari,” ungkapnya. ”Saya telah berlari sendiri pada awal pekan dan siap untuk tampil nanti.
“Saya masih mempunya dua hari sebelum kami bermain dan seharusnya saya bisa bugar penuh.”
Sang jawara ingin membalas kekalahan 0-3 di Community Shield pada Agustus lalu di Wembley kala mereka melawat ke Emirates.
City turun tanpa pemain-pemain tim utama pada laga pembuka tirai musim tersebut tapi Zabaleta mengakui bahwa marjin kekalahan – terbesar di bawah rezim Manuel Pellegrini – mengingatkan bahwa Gunners adalah lawan berbahaya di kandang mereka sendiri.
“Itu adalah laga pertama di kampanye ini dan banyak pemain belum berada dalam kondisi 100 persen,” ungkapnya.
“Kami jauh lebih kuat dari sebulan lalu dan kami akan terus berkembang dan berlari kencang seiring tiap laganya.
“Kendati demikian, Arsenal adalah tim sangat bagus dan laga di Emirates selalu sangat sulit.
“Mereka telah merekrut beberapa pemain hebat untuk memperkuat kans mereka merebut titel tapi kami berambisi untuk balik ke jalur kemenangan setelah kekalahan kontra Stoke dan akan berangkat dengan target tiga poin.”
Zabaleta mengenal pemain baru Gunners, Alexis Sanchez, dengan sangat baik setelah bersua beberapa kali kala Argentina melawan Chile dan dua kali musim lalu ketika City kalah kandang dan tandang melawan Barcelona.
“Sanchez sangat cepat dan tajam. Ia bisa bermain sebagai pemain sayap atau striker tapi saya pikir ia paling berbahaya apabila bermain di sayap,” ungkapnya.
“Ia sangat bagus di Barcelona dan sangat susah dijaga. Ia juga bekerja keras bagi tim, terutama apabila mereka tidak menahan bola. Ia adalah pemain sangat penting bagi Chile dan pembelian hebat oleh Arsenal.”
Zabaleta berharap dapat menambah medali musim ini untuk mengobati kekalahan di final Piala Dunia melawan Jerman pada Juli.
Salah satu dari tiga pemain La Albiceleste yang turun di final, Pablo percaya bahwa ia, Martin Demichelis, dan Sergio Aguero akan memakai kekecewaan di level internasional untuk memacu diri bagi klub.
“Sulit menghadapi Jerman secepat itu setelah final,” ungkapnya. “Bermain di final Piala Dunia merupakan pengalaman luar biasa dan untuk kalah sangatlah menyakitkan karena Anda tidak tahu akankah bisa punya kesempatan bermain lagi di final pada kemudian hari.
“Namun, kami harus memperlakukan setiap laga dengan sama jadi sangatlah penting bagi kami untuk pergi ke Jerman dan menang. Kami punya manajer baru dalam diri Gerardo Martino dan kami ingin meneruskan kerja apik yang telah dilakukan Alex Sabella.
Kami sangat senang dengan tim ini dan berharap bisa menatap Copa America tahun depan dengan antusiasme lebih tinggi bagi para fans.”