Tampaknya jawaban senada selalu terjadi dalam serial My Favourite Game ini, jika para striker akan memilih pertandingan dengan banyak gol, maka para pemain bertahan cenderung memilih laga dimana mereka tidak kebobolan.
Laga melawan Hull yang berakhir dengan skor 2-0 dimana the Blues hanya bermain dengan 10 orang terlintas di pikirannya.
Tetapi bukan laga melawan Hull yang menjadi pilihannya, tetapi pertandingan lain yang sungguh dinikmati olehnya melebihi laga lainnya…
Laga yang dipilih: United 0 City 3, 25 Maret 2014
Dari awal dibunyikannya peluit kick off, sudah tampak jelas bahwa City akan memenangkan pertandingan ini.
Rapi, fokus dan mematikan, the Blues tengah mengejar gelar dan United tak mampu menghadang mereka. Hanya berselang 43 detik setelah kick off, City langsung memimpin lewat pergerakan Samir Nasri, kendati tendangannya membentur tiang bola muntahan langsung dimanfaatkan Edin Dzeko menjadi gol
...My Favourite Game...
Kendati mencoba melakukan perlawanan, penampilan dominan duet pertahanan City Demichelis dan Kompany mampu membedung seluruh serangan United. Gol kedua praktis menutup laga setelah tendangan voli Dzeko membuat David De Gea tak berdaya.
Yaya Toure melengkapi kemenangan City dengan mencetak gol ketiga sekaligus mendekatkan diri kepada gelar liga.
Kemenangan ini membuat City unggul tiga angka atas Chelsea dengan tabungan ekstra dua pertandingan dan sembilan laga tersisa, meskipun drama masih menunggu dalam perjalanan pacuan gelar…
Sekarang saksikanlah...
Pendapat Martin: ”Pertandingan favorit saya adalah laga derby di Old Trafford pada tahun 2014. Laga ini tidak hanya tentang mengalahkan United 3-0 di kandang mereka. Ini adalah pertandingan yang hebat, kami sangat kuat di lini belakang, tengah dan depan, dan itu adalah hasil yang hebat di masa yang krusial. Kami akhirnya memenangkan liga dan kemenangan ini sangat berarti bagi fans kami.”
Reaksi Media: “Satu-satunya jarak antara City dan United hanyalah kode pos, tetapi jarak kekuatan terus berkembang. Kemenangan 3-0 City tampak masuk akal tetapi masih belum menggambarkan superioritas the Blues. Tim Manuel Pellegrini jauh kebih lapar, cepat, kuat, lebih pintar dan lebih terorganisasi ketimbang tim David Moyes. Pertandingan ini tidak terasa seperti derby.” Henry Winter, The Telegraph