Itulah pendapat mantan pemain Barcelona dan bek City Sylvinho jelang laga 16 besar Liga Champions selasa nanti di Etihad Stadium.
Pria Brasil berusia 40 tahun ini mengakui bahwa City memiliki tugas berat melawan tim Catalan, sebagian karena mereka sedang dalam performa terbaik dan sebagian lagi mereka memiliki keuntungan bermain di kandang pada leg kedua.
Tapi Sylvinho yang merupakan asisten bos Inter Milan ini terkesan pada perkembangan yang terjadi di Etihad Stadium beberapa tahun terakhir dan merasa bahwa City kini sudah cukup dewasa untuk mengalahkan Messi dan kawan-kawan.
Ia mengungkapkan: “Saat ini Barcelona meraih hasil lebih baik. Dari pengalaman saya di Liga Champions, saya rasa Barcelona lebih diunggulkan karena mereka bermain di kandang pada leg kedua dan tidak mudah meraih hasil seri di sana.
“Tentu saja Inter dan Chelsea pernah melakukannya tapi itu sulit. Saya ingat ketika saya menghabiskan lima tahun di Barcelona kami ingin sekali bermain di kandang pada leg kedua.”
...Sylvinho...
“Tapi City terus berkembang setiap tahun di Liga Champions, yang berarti normal dan saya rasa mereka bisa mengalahkan Barcelona. Saya pikir City bisa tampil hebat pada dua penampilan nanti”
“City memiliki pemain-pemain dan manajer hebat dan inilah saatnya untuk mereka. Mungkin sebelumnya mereka belum terbiasa bermain di Liga Champions tapi sekarang mereka adalah tim yang sangat kuat dan akan mengalahkan Barcelona.
“Saya rasa ini akan menjadi pertandingan ketat dan saya tidak sabar untuk menyaksikannya karena ini pasti akan menjadi pertandingan seru”
Sylvinho bermain satu musim untuk City dan tampil pada 15 laga pada musim 2009/10 saat City tidak berhasil lolos kualifikasi Liga Champions.
Namun pesan dari ketua umum Khaldoon Al Mubarak setelah laga terakhir musim itu membuat Sylvinho sadar betapa fokusnya klub ini meraih kesuksesan.
Ia menambahkan: “Sangat senang melihat apa yang dilakukan City sekarang dan model yang mereka terapkan. Sejujurnya, saya tidak menyangka City bisa sangat profesional. Saya kira mereka mungkin menyerah ketika hal tak berjalan sebagaimana mestinya tapi yang terjadi justru sebaliknya. Saya bangga mengatakan bahwa City adalah klub terakhir saya bermain.
“Saya bertemu banyak orang-orang baik disana dan saya masih sering berbicara dengan Zabaleta. Saya rutin berbicara dengan dia dan dia adalah orang yang sangat baik. Saya memiliki kenangan indah bersama City.
“Pada musim saya dulu saya ingat kami gagal meraih peringkat empat dari Tottenham dan Khaldoon datang ke ruang ganti dan mengatakan kalimat-kalimat bagus ke setiap pemain, bicara pada sang manajer dan menjelaskan bahwa City adalah proyek jangka panjang. Luar biasa sekali mendengar itu saat kami tidak lolos kualifikasi Liga Champions. Saya pun akhirnya sadar kalau mereka sangat serius.”