Satu tahun telah berlalu semenjak kekalahan menyakitkan di Brasil, penyerang City itu punya firasat bahwa ia akan mencetak gol untuk membawa pulang trofi Copa Amerika di partai final hari Sabtu (04/07).

Karena cedera, Kun gagal menampilkan penampilan terbaiknya di Piala Dunia 2014 dan ia berencana membayarnya di ajang Copa Amerika kali ini.

Faktanya, sang penyerang berpeluang mengawinkan Sepatu Emas Liga Primer dengan Sepatu Emas di Chile 2015.

Gol terakhirnya yang tercipta lewat sundulan mematikan di menit ke-80 ketika Argentina mencukur Paraguay 6-1 di semifinal melengkapi jumlah golnya menjadi tiga, satu gol dibelakang pemain Chile Eduardo Vargas.

Tetapi seperti yang kita duga, sang pemain lebih menekankan pentingnya menjuarai turnamen ini ketimbang meraih gelar individu.

Aguero mengatakan, “Saya merasa jauh lebih baik dibanding saat bermain di Piala Dunia.

“Pada tahun 2014 saya memiliki empat cedera berbeda dan saya kembali cedera melawan Nigeria dalam partai pembuka.

“Saya selalu mengatakan setelah apa yang terjadi di Piala Dunia, saya ingin memberikan semua yang saya punya – saya tidak menunjukkan penampilan terbaik saya di Piala Dunia – itu adalah hutang yang sedang berusaha saya bayar.

“Sungguh menakjubkan bisa mencapai final – terutama dengan cara yang kami inginkan.

“Kami tampil hebat di babak kedua dan bermain persis sama seperti yang kami tampilkan di babak pertama, karena itulah kami menang.

“Ketika mereka membalas 2-1, kami berujar ‘Wow, hal yang sama bisa terjadi lagi seperti di babak penyisihan grup – kami tidak boleh mengulang kesalahan tersebut.’”

#ARGxPAR Mirá los goles de @aguerosergiokun y @G_Higuain https://t.co/avZyGs0vrW

— Selección Argentina (@Argentina) 1 Juillet 2015

Rekan satu tim Aguero Martin Demichelis membuat penampilan keduanya di turnamen pada babak semifinal dan seperti biasa menjadi garansi di lini pertahanan.

“Micho” demikian ia dipanggil rekan-rekannya, bisa saja mempertahankan posisinya di final karena Ezequiel Garay mendapatkan cedera sebelum  partai semifinal.

“Ada kegembiraan menjadi bagian dari tim yang bermain sungguh baik – kami tahu bahwa mereka kelelahan setelah laga melawan Brasil, dan hal itu berpengaruh saat mereka berhadapan dengan kami,” Demichelis menjelaskan.

“Mereke sedikit kelelahan dan saya pikir mereka tidak mampu mencapai level yang sama dengan yang mereka tampilkan selama kompetisi berlangsung.

“Kami mampu tetap solid di lini pertahanan setelah mereka memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dan kami mampu menambah empat gol lagi di babak kedua.”

Tuan rumah Chile merupakan satu-satunya penghalang Argentina merengkuh gelar Copa Amerika pada Sabtu (04/07) malam.

Apakah ini akan menjadi tahunnya Albiceleste?