L untuk...
Lescott, Joleon
Meninggalkan kesan mendalam diantara pendukung City, Joleon Lescott merupakan abdi setia dan menakjubkan dalam lima tahun kebersamaannya dengan the Blues.
Ia mengawali karir di Wolverhampton Wanderers sebelum pindah ke Everton dimana ia berkembang menjadi salah satu bek tengah terbaik di Inggris.
Kepindahannya ke City pada tahun 2009 dicibir oleh fans Everton setiap kali mereka bersua dengan the Blues. Fans City membalas dengan cara mengingatkan sang lawan bahwa Joleon berada di papan atas liga dan meraih gelar.
2011/12 menjadi musim terbaik Lescott dimana ia membentuk kerjasama solid dengan Vincent Kompany untuk meraih gelar liga.
Selama membela City ia memenangkan dua gelar Liga Primer, satu Piala Capital One dan satu medali Piala FA. Ia membuat 160 penampilan dan mencetak sembilan gol.
Lake, Paul
Paul Lake dijuluki ‘Rolls-Royce’ karena kualitas dan kemampuan yang dimiliki oleh sang gelandang. Mampu dimainkan di banyak posisi adalah kelebihannya, ia mampu bermain sebagai Full-back, bek tengah, maupun gelandang bertahan.
Penampilan gemilangnya membuat dirinya digadang-gadang sebagai kapten masa depan timnas Inggris, ia diincar banyak klub besar kala itu.
Sayangnya cedera lutut parah yang menimpanya memaksa Paul Lake naik meja operasi, kendati ia mencoba beberapa metode revolusioner untuk memperbaiki lututnya, itu tak bisa menyembuhkan cederanya.
Ia pensiun dini setelah membuat 134 penampilan dan mencetak 11 gol bagi City. Ia memutuskan menjadi seorang fisioterapi, pendukung City memberikan respek padanya ketika laga perpisahannya dihadiri 25.000 orang.
Lake sempat kembali ke City sebagai duta klub dan kini ia bekerja di Liga Primer. Autobiografi-nya yang berjudul ‘I’m Not Really Here’ menjadi buku terlaris dan memenangkan beberapa penghargaan.
Lee, Francis
Francis Lee dikontrak City pada tahun 1967, kala itu ia masih berusia 23 tahun dan menjadi salah satu pemain penting di era keemasan the Blues.
City membayar mahar sebesar £60.000 kepada Bolton Wanderers untuk mendapatkannya. Lee terkenal sebagai striker tajam dengan kemampuan tendangan keras, Franny demikian ia akrab disapa para pendukung, merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa lewat titik putih di Maine Road.
Ia membuat 321 penampilan dan mencetak 143 gol, tapi ia dijual ke Derby County pada tahun 1974 setelah ia dan klub bersitegang terkait perpanjangan kontrak.
Lee meninggalkan klub dengan kemarahan, saat ia kembali ke Maine Road bersama Derby dan mencetak sebuah gol luar biasa, ia merayakannya dengan suka cita hingga komentator BBC Barry Davies saat itu berteriak ‘Lihatlah wajahnya!’
Ia kembali ke Maine Road di pertengahan 1990 sebagai chairman dan membantu kepindahan City ke kandang baru di Eastlands…
Serial alfabet kami akan berlanjut esok hari, tentu anda bisa menebak huruf berikutnya adalah ‘M’.
berikan saran anda untuk huruf ‘M’ ke @MCFCIndonesian !