Pada leg kedua City akhirnya takluk dengan agregat 3-1 melawan Barcelona. Laga ini diwarnai beragam catatan dari gagalnya tendangan penalti Sergio Aguero hingga performa gemilang Hart yang sukses menepis serangan bertubi-tubi Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar.

Berbicara pasca pertandingan, Pellegrini meyakini kemajuan di Eropa selama dua tahun terakhir, tapi ia meratapi kenyataan City harus menghadapi Barcelona pada fase gugur 16 besar.

“Kami kembali kalah dari tim yang lebih baik, tidak diragukan. Barcelona sangat sulit dikalahkan, terutama Messi,” ungkap manajer asal Chili itu.

“Kami semua ingin terus melaju di Liga Champions, tapi kami harus berkembang di Eropa. Pada dua tahun terakhir kami berkembang karena kami lolos ke 16 besar. Pada tahun itu kami bermain melawan Barcelona, tapi di tahun lainnya kami tidak lolos fase grup.

“Mungkin ini bukan kesempatan terbaik kami untuk terus melaju di Eropa tahun ini karena kami punya keterbatasan jumlah pemain dan uang yang bisa kami pakai, jadi sangat sulit tahun ini bagi tim kami.

“Tapi saya pikir jika kami tidak melawan Barcelona kami mungkin masih ada kesempatan untuk maju.”

Bos City memuji permainan anak-anak asuhnya terutama pada paruh kedua saat City mencetak berbagai peluang.

Namun, ia merasa City tak dapat menguasai bola dengan baik pada paruh pertama dan frustasi saat tak mampu memanfaatkan peluang.

Pellegrini menjelaskan: “Pada paruh pertama kami kehilangan terlalu banyak bola-bola mudah, kami punya pemain teknis dan kami harus tetap harus menguasai bola. Namun, saya pikir Barcelona bermain sangat, sangat baik itulah mengapa kami tidak mendapat banyak peluang di babak pertama.

 

“Kami perlu mencetak dua gol dan kami pikir itu akan terjadi saat ada kesempatan penalti. Itu adalah momen penting karena kami masih punya waktu 15 menit lagi.

“Pada babak kedua kami menciptakan lebih saat kami mengambil resiko untuk maju ke depan tapi saya pikir pada babak pertama kami bisa melakukan lebih baik dengan bola.

“Mungkin kita bisa berpikir tentang apa yang akan terjadi jika kami mencetak gol pada penalti tapi ternyata kami gagal dan akhirnya mereka memenangkan pertandingan.”

Ditanya soal perubahan formasi dari laga Etihad Stadium, di mana Sergio Aguero memimpin sendiri di depan bukan berdampingan dengan Edin Dzeko, Pellegrini menjawab: “Pada empat pertandingan kami melawan Barcelona kami bermain dengan empat formasi berbeda, jadi itu bukan masalah. Masalahnya adalah penampilan.”