Sebenarnya Yaya telah mencetak 11 gol dari titik putih di semua kompetisi, dari 11 gol itu dua diantaranya dibuat Yaya di ajang Capital One Cup.
Jika ia mencetak satu gol penalti lagi di Liga Primer maka ia akan mencapai angka 10 penalti dari 10 percobaan – sebuah rekor yang belum pernah terjadi di era Liga Primer.
Jika anda menambahkan gol tendangan bebasnya untuk the Blues, sulit membantah bahwa pemain bernomor punggung 42 itu merupakan spesialis bola mati di klub biru langit
...Raja Penalti...
Dalam beberapa musim terakhir, Carlos Tevez, Mario Balotelli, dan Aguero telah mendominasi nama-nama penendang penalti City, jika ditambahkan dengan Yaya maka keempat pemain ini telah mencetak 50 gol dari 55 hadiah penalti dalam jangka waktu bulan Desember 2009 hingga hari ini.
Kun terkenal karena mengambil tiga tendangan penalti dalam satu laga melawan Tottenham bulan Oktober 2014, ia mencetak dua gol tetapi gagal mencetak hattrick dari titik putih ke gawang Hugo Lloris – tak pernah ada pemain City lain yang mencetak tiga gol penalti dalam satu laga semenjak Ken Barnes ke gawang Everton tahun 1957.
...Raja Penalti...
Selama tiga tahun, Tevez mencetak 13 gol dari 16 percobaan penalti. Kegagalannya datang saat melawan Blackpool dan Leicester pada Januari 2011, ia kembali gagal di bulan September 2011 saat melawan Wigan Athletic.
Mario Balotelli adalah kasus unik, ia sukses mencetak delapan gol dari titik putih dan membuat rekor 100% tak pernah gagal selama 20 bulan.
Tevez tetap memuncaki pencetak gol terbanyak City dari titik putih dengan 12 gol dari 14 percobaan, Aguero di tempat kedua dengan torehan 10 dari 12 percobaan. Yaya ditempat ketiga dengan Sembilan gol, kemudian ada Nicolas Anelka dengan 7 gol dari 7 percobaan, dan terakhir Elano dengan torehan enam gol.
Total the Blues telah dihadiahi 83 tendangan penalti di Liga Primer. 67 berhasil menjadi gol dan 16 diantaranya gagal dikonversi.