Menghadapi the Cherries, memori setiap pendukung City akan kembali terbawa pada pertemuan terakhir kedua klub di Dean Court pada tanggal 13 Februari 1999.
Pertandingan tersebut benar-benar luar biasa, sebuah hasil seri tanpa gol dengan satu tempat promosi sebagai taruhan untuk kedua tim yang bermain di Divisi Dua, kejadian yang terjadi di ujung pertandingan membuat laga itu tak bisa dilupakan.
City sudah bermain dengan sepuluh pemain di ujung masa injury time saat Jamie Pollock diusir wasit karena tekelnya terhadap John Bailey. Tetapi kartu merah yang diterima Kevin Horlock-lah yang menjadi warisan sejarah.
Horlock diberi kartu kuning kedua oleh wasit Brian Coddington dengan alasan yang mungkin paling aneh di dunia sepakbola.
Manajer City di masa itu Joe Royle menjelaskan setelah pertandingan, “Wasit mengatakan bahwa Kevin berjalan ke arahnya dengan gaya agresif sambil melontarkan pertanyaan. Wasit mengakui bahwa sang pemain tidak berkata – kata kotor, mungkin peraturan telah berubah…”
Sebuah kartu merah karena gaya berjalan yang agresif?
Sang pemain pun tak pernah melupakan koneksi dengan klub biru langit setelah membela klub selama enam tahun dengan lebih dari 200 penampilan.
“Bersama City merupakan masa terlama yang saya habiskan di sebuah klub, dan jika saya berperan membawa City kembali ke kekuatan yang ditunjukkannya hari ini, itu merupakan hal membanggakan bagi saya,” Kevin mengatakan pada mcfc.co.uk pada bulan April 2013.
“Kecuali anda merupakan seorang penggemar City, sulit dimengerti bagaimana klub ini masuk dalam DNA anda, saya berbicara dengan banyak pemain yang telah membela klub ini dan mereka mengatakan hal yang sama, klub ini masuk begitu saja dalam sistem kehidupan anda dan anda menjadi bagian dari klub ini.”
Jangan lupa satukan suara Indonesia di hari pertandingan melawan Bournemouth dengan menggunakan tagar #dukungcityvcherries di sosial media anda!