Anak asuh Pep Guardiola akan menjamu Arsenal tanpa Aguero, dan Fernandinho yang terkena skorsing dan baru-baru ini Gundogan yang menderita cedera lutut...

Mimin @HanifThamrin mencoba menganalisa tiga faktor yang akan menentukan laga #dukungcityvarsenal nanti…

Kembali ke 4 bek?

Setelah kembali ke skema 4 bek di laga melawan Watford lalu, stabilitas pertahanan City tampak lebih solid menghadapi serangan balik sehingga clean sheet pun tercapai.

Memang sebelum menghadapi Watford, Pep terus mencoba skema tiga bek dengan pressing tinggi, hanya saja ketika intensitas pressing City tidak maksimal seperti biasanya tim asuhan Guardiola rapuh terhadap serangan balik cepat.

Skema tiga bek Pep berbeda dari gaya 3-5-2 khas pelatih Italia dimana biasanya dua bek sayap dengan stamina luar biasa dipasang di kedua sisi yang berfungsi naik membantu serangan dan berubah menjadi 5-3-2 saat tim sedang bertahan.

Tidak ada bek sayap di formasi tiga bek Guardiola, sebaliknya dua pemain sayap murni maju jauh ke pertahanan lawan bahkan terkadang merengsek hingga ke kotak penalti.

sup

Itu membuat dua sisi pertahanan menjadi kosong dan rapuh ketika tim kehilangan bola (lingkaran merah), sehingga ketika Otamendi atau Kolarov terpancing menutup daerah tersebut, pertahanan hanya menyisakan Stones dan satu gelandang bertahan.

Sekali lagi, filosofi Pep tidak salah. Terbukti ia berhasil melakukannya di Bayern, hanya saja di Inggris pertandingan yang dimainkan lebih banyak dan untuk memainkan skema pressing tinggi ini dibutuhkan kondisi kebugaran maksimal selama 90 menit, sementara Desember adalah periode tersibuk di sepakbola Inggris…

Akhir dari rekor buruk November Arsenal

Selama beberapa musim terakhir Arsenal selalu mengalami penurunan performa di bulan November yang membuat mereka selalu tercecer dari perburuan gelar. Musim ini mereka selamat dari tren negatif ini, bahkan jelang takluk dari tangan Everton di laga terakhir the Gunners tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhirnya.

Bahkan seorang Mesut Ozil menyatakan kebahagiaannya lewat Twitter tentang keberhasilan Arsenal melewati bulan November dengan hasil positif. Ini memberikan dorongan ekstra bagi anak asuh Arsene Wenger dan ada sebuah rasa optimisme bahwa mereka bisa mengakhiri puasa gelar di musim ini.

Kesempatan si Gurita

Fernando Reges, akankah ia menemani Yaya Toure di lini tengah City melawan Arsenal nanti?

Jika Pep memang memutuskan untuk kembali menerapkan formasi 4-1-4-1, maka ada tiga pertanyaan yang harus dijawab: Pertama, apakah ia akan kembali menurunkan John Stones ataukah Aleks Kolarov kembali berduet dengan Otamendi di lini pertahanan.

Kedua, dengan cederanya Gundogan pertanyaan mengemuka tentang siapa yang akan menemani Yaya Toure di tengah? Terlebih City harus menghadapi double pivot Arsenal dalam diri Granit Xhaka – Coquelin, kehadiran si Gurita Fernando akan memberikan City keunggulan dari sisi fisik. Tentu kombinasi Yaya – Fernando secara fisik sulit untuk ditandingi gelandang manapun di Premier League.

Terakhir, pertanyaan mengemuka tentang siapa yang akan mengisi posisi ujung tombak. Nolito lebih matang secara usia dan fleksibel secara pergerakan dan posisi. Sementara Kelechi Iheanacho di hari baiknya sulit dihentikan bek manapun, lihatlah penyelesaian supernya ke gawang Celtic. Hanya saja masalah konsistensi masih menjadi pertanyaan dalam diri Iheanacho – tidak mengapa mengingat ia masih sangat muda dan butuh waktu untuk menjadi semakin matang.