Sterling menjawab tantangan
Sebuah masukan berharga disampaikan oleh Pep Guardiola untuk Raheem Sterling ketika ditanya wartawan jelang bentrok kontra Hull City. Pep ketika itu mengatakan bahwa Sterling harus meningkatkan satu aspek dalam permainannya: bahwa ia harus tampil lebih menentukan di setiap pertandingan, dan Sterling menjawabnya malam ini.
Dua gol City tercipta berkat pergerakannya, pertama hadiah tendangan penalti diberikan wasit karena bek Hull terpaksa menjatuhkannya di dalam kotak penalti. Sedangkan gol ketiga City lahir berkat pergerakan cut inside Sterling dari sisi kiri yang memaksa Curtis Davies membuat gol bunuh diri.
Raz memulai laga ini dari sisi kanan, tetapi ketika the Blues sudah unggul dua gol, Guardiola akhirnya mengembalikan Sterling ke sisi terbaiknya yaitu di sebelah kiri. Kenapa? Karena kaki dominan Sterling adalah kaki kanan – sehingga ketika ia membuat pergerakan cut inside ke dalam kotak penalti dari sisi kiri, ia bisa menggunakan kaki kanannya untuk melepas tembakan dan itu terbukti dengan terciptanya gol ketiga.
Tes kesabaran
Mimin @HanifThamrin mengulas dalam preview sebelum laga bahwa bentrok kontra Hull tidak akan menjadi laga mudah, itu terbukti bahwa the Tigers mampu membuat anak asuh Pep frustrasi hingga menit ke-73 sebelum eksekusi penalti Yaya Toure.
Di laga seperti ini kuncinya adalah kesabaran, ketika lawan dipastikan bertahan sangat dalam di daerah sendiri ada beberapa eleman yang mampu membuka kunci pertandingan antara lain: Skill individu pemain bintang, kesalahan individu pemain lawan, dan faktor kelelahan. Oleh karena itu dibutuhkan kesabaran ekstra bagi anak asuh Pep menghadapi lawan yang menerapkan strategi semacam ini, karena cepat atau lambat kombinasi dari ketiga faktor diatas pada akhirnya akan berbuah gol bagi the Blues.
Playmaker Ganda
Setelah Yaya membuka skor lewat titik putih, the Blues meningkatkan intensitas serangan dan kondisi tertinggal satu gol membuat Hull tidak bisa lagi bertahan sangat dalam di daerah sendiri. Hasilnya langsung terlihat, lewat skema serangan balik cepat the Blues mencetak gol kedua lewat kaki Kelechi Ihenaacho. Bahkan sebelum gol kedua lahir, anak asuh Pep menggempur the Tigers habis-habisan – City praktis bermain dengan tiga bek karena Clichy acap kali overlap ke depan bahkan masuk hingga ke wilayah lapangan tengah bersama Yaya.
Masuknya Kelechi membuat De Bruyne kembali ke posisi idealnya yaitu no.10 berpasangan dengan Silva. Skema double playmaker ini membuat permainan City semakin sulit ditebak lawan – terbukti gol kedua adalah hasil kombinasi permainan De Bruyne dan Silva.
Ingat laga melawan Middlesbrough dimana the Blues sudah unggul lebih dulu tetapi akhirnya hanya mendapat hasil imbang setelah kebobolan di menit terakhir? Guardiola memastikan itu tidak terjadi lagi. Tepat setelah gol kedua tercipta Pep memasukkan sang Gurita Fernando untuk menambah proteksi terhadap lini belakang City. Itu tidak hanya membuat Hull frustrasi, tetapi kehadiran Fernando memberi satu tenaga ekstra di lini tengah yang mampu memotong serangan the Tigers dan berbuah serangan balik cepat yang berujung kepada gol ketiga City.
Tahukah Anda?
Pada saat turun minum City sempat melancarkan protes kepada penyelenggara pertandingan terkait panjang rumput KCOM Stadium yang dianggap terlalu panjang. Ukuran panjang ideal rumput pertandingan adalah 13mm, pada akhirnya official pertandingan memutuskan rumput KCOM memenuhi syarat bertanding.
Yaya Toure mencatatkan rekor sempurna dari titik putih bersama City, mencetak 10 gol dari 10 eksekusi penalti sejauh ini! Dingin.
Tambahan satu gol dari Kelechi Iheanacho membuatnya menjadi pemain dengan rasio gol tertinggi di Premier League, 1 gol setiap 96 menit. Luar biasa.