We are back!

Tiga angka yang dipetik City atas Watford sungguh kemenangan yang sangat krusial bagi the Blues. Berita positif ini mengangkat tekanan bertubi-tubi yang diberikan oleh media pasca dua kekalahan beruntun atas Chelsea dan Leicester.

Percayakan kepada Pep

Setelah kekalahan atas Leicester, Pep memberikan pernyataan ‘Saya bukanlah pelatih yang tepat untuk mengajarkan tim melancarkan tekel.’

Pernyataan itu memancing reaksi dari berbagai pundit, terutama yang dulunya berposisi bek atau mereka yang meragukan gaya permainan Pep bisa bekerja di Premier League.

Jawaban Guardiola? Sederhana: Ia yakin dengan filosofinya dan memperlihatkannya di Etihad ketika menaklukkan Watford.

5

Nolito berperan sebagai false nine dan Pep menggeser Silva ke sayap kiri. Untuk mengisi lobang yang ditinggalkan Fernandinho, Guardiola memasang Yaya Toure di posisi jangkar. Dalam kertas line-up seakan-akan Gundogan-lah yang ditempatkan sebagai jangkar, tetapi dalam kenyataan pemain asal Jerman itu lebih sering maju membantu De Bruyne menggempur pertahanan Watford.

Pressing City kembali

Seperti yang diperkirakan, Watford bermain dengan lima bek plus empat gelandang yang turun membantu pertahanan. Taktik yang juga diadaptasi mayoritas lawan-lawan City yang datang ke Etihad: duduk di wilayah sendiri begitu dalam, dan menunggu momen serangan balik cepat memanfaatkan garis pertahanan City yang maju jauh hingga setengah lapangan.

Kunci mengeliminasi potensi counter attack seperti ini adalah pressing yang tak kenal lelah. Itu yang kembali berhasil diterapkan oleh anak asuh Pep Guardiola di laga ini.

w

Silva-Nolito-Sterling mencoba menembus pertahanan berlapis Watford lewat umpan pendek satu-dua. Baik Silva maupun Sterling melakukan pergerakan memotong ke dalam kotak penalti untuk merusak koordinasi pertahanan Watford.

Posisi De Bruyne dan Gundogan jauh maju sedikit di luar garis kotak penalti, selain sebagai opsi jalur umpan jika ketiga nama diatas kehabisan pilihan, baik De Bruyne dan Gundogan bertugas melakukan pressing tinggi jika salah satu diantara Silva-Sterling kehilangan bola. Untuk menutup lowongnya sisi sayap akibat pergerakan memotong Silva dan Sterling, Clichy dan Zabaleta maju jauh ke depan agar menghadirkan opsi lebar lapangan jika kotak penalti gagal ditembus lewat umpan pendek satu-dua.

Sedangkan Yaya Toure beroperasi sedikit lebih ke tengah untuk mengantisipasi jika pressing gagal dijalankan dan serangan balik terjadi.

Pergerakan Segitiga hancurkan pertahanan Watford

Gagal menembus sembilan pemain bertahan Watford lewat tengah, Pep dengan brilian memanfaatkan lebar lapangan lewat pergerakan segitiga Nolito-De Bruyne-Silva.

Nolito yang berperan sebagai false nine kerap turun ke tengah dan bertukar posisi dengan De Bruyne di sayap kiri untuk menarik perhatian bek lawan. Hasilnya David Silva bisa menyelinap masuk ke dalam penalti dan menghadirkan ancaman nyata lewat magisnya.

y

Gol pertama adalah contoh dari skema ini. Nolito mengumpan bola melebar ke sayap kiri dimana De Bruyne sudah menantinya. Silva menusuk ke dalam kotak penalti dan membawa satu orang bek Watford untuk menjaganya. Seluruh perhatian pemain bertahan Watford tertuju kepada segitiga ini, sehingga tidak ada yang menyadari bahwa Zabaleta coming from behind dan dengan jeli menuntaskan umpan silang sempurna  De Bruyne menjadi gol.

Lindungi pemain muda

Pep memutuskan untuk tidak memainkan John Stones dan Kelechi Iheanacho dari menit pertama ketika menghadapi Watford. Faktor kritik media yang begitu besar terutama kepada Stones membuat Pep mengistirahatkan kedua wonderkid-nya.

Ini penting karena pemain muda harus dibiarkan berkembang tanpa tekanan, dan kita tahu seperti apa kejamnya media dan pundit di Inggris ketika pemain muda membuat kesalahan, tak percaya? Lihatlah kasus Neville bersaudara dan Karius. Minggu ini pun Klopp mengistirahatkan kiper asal Jerman itu – tentu untuk melindunginya dari tekanan media.

Patut diingat, ini baru musim kedua Kelechi bermain di tim utama, dan musim debut Stones bermain untuk klub raksasa. Kedua pemain ini punya potensi yang luar biasa dan kita harus memberi mereka waktu untuk tumbuh menjadi pilar City tanpa tekanan.