Radamel Falcao
Setelah pengalaman buruk di Inggris bersama Manchester Unted dan Chelsea, ‘El Tigre’ seakan menemukan kembali penampilan terbaiknya musim ini ketika kembali ke AS Monaco.
Falcao telah mencetak 10 gol di Ligue 1, empat gol di Liga Champions (2 gol di babak kualifikasi dan 2 gol di babak grup), dan yang paling penting ia menemukan kepercayaan dirinya kembali di depan gawang.
Empat tahun yang lalu di musim terakhirnya bersama Atletico, Falcao adalah striker paling menakutkan di Eropa setelah mencetak 28 gol di La Liga – semenjak itu karirnya mengalami penurunan, mayoritas karena masalah cedera yang menimpanya hingga masa terburuk yang ia alami di tanah Inggris.
Kini El Tigre akan menjadi ujian berat bagi John Stones dan Nicolas Otamendi.
Joao Moutinho
Moutinho adalah salah satu deep-lying playmaker terbaik di Eropa. Kemampuannya mengarsiteki permainan dari zona sendiri dengan umpan panjang akurat yang membelah pertahanan lawan mengingatkan kita kepada Andrea Pirlo.
Moutinho didatangkan Monaco dari FC Porto setelah bergelimang gelar juara di Portugal, ia merasakan gelar treble bersama Porto ketika menjuarai Europa League, Liga Portugal dan Piala Portugal di musim yang sama.
Moutinho juga merupakan pemain yang sarat pengalaman karena jam terbangnya yang tinggi bersama timnas Portugal. Biasanya tugas menekan seorang deep-lying playmaker diberikan kepada attacking midfielder, itu berarti Kevin De Bruyne adalah pemain pertama yang harus menerapkan pressing terhadap Moutinho ketika kedua tim bertemu nanti.
Kamil Glik
Mantan kapten Torino ini baru bergabung musim ini bersama Monaco tapi langsung menyatu di lini pertahanan tim Prancis tersebut. Glik juga punya jam terbang tinggi di level internasional – ia adalah tulang punggung timnas Polandia bersama Robert Lewandowski.
Satu hal yang wajib diwaspadai City dari keberadaan Glik adalah ketika situasi bola-bola mati. Kamil Glik sangat berbahaya di udara, musim ini sudah tiga kali ia mencetak gol dan mayoritas tercipta lewat sepak pojok atau tendangan bebas.
Kita semua tahu bahwa City masih mencari cara mengatasi tim-tim yang mahir memainkan bola panjang dan bola mati.
Fabinho
Fabinho adalah wing-back paling diminati di seantero Eropa saat ini. Pemain kelahiran Brasil ini biasa menyusuri sisi kanan dan memiliki kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya.
Permainan Fabinho mengingatkan kita kepada mantan pemain City Maicon di masa terbaiknya – rajin membantu tim menyerang lewat kecepatan di sisi sayap.
Beberapa media kenamaan bahkan mengabarkan ketertarikan City untuk mendatangkan Fabinho di musim panas lalu, menarik disimak apakah pertemuan ini menjadi motivasi ektra baginya untuk tampil mempesona – semoga saja tidak.
Bernardo Silva
Permainan Bernardo Silva nyaris seperti David Silva. Teknik tinggi, pergerakan yang sulit ditebak, hebat dalam dribel bola dan sulit sekali merebut bola dari kakinya. Menarik untuk dinanti siapa yang akan bersinar di pertemuan kedua tim nanti: David Silva ataukah Bernardo Silva.
Pemain berkebangsaan Portugal itu turun hampir di setiap laga Ligue 1 musim ini – itu menggambarkan betapa krusialnya peran Bernardo bagi skema permainan anak asuh Leonardo Jardim.
Ia akan berhadapan langsung dengan Fernandinho dan Aleks Kolarov, semoga saja keduanya bisa mematikan pergerakan playmaker Monaco tersebut.