Kembali ke jalur kemenangan adalah harga mati di laga ini...
Pertemuan melawan tim nuansa Italia kerap kali membuat Pep kesulitan. Terbukti di dua laga terakhir Liga Primer Inggris, Blues harus mengakui keunggulan tim asuhan Antonio Conte dan Claudio Ranieri. Di laga berikutnya Pep kembali bertemu dengan ‘kolega’ Italia nya, Walter Mazzarri.

Mencari formasi terbaik


Bongkar pasang formasi menjadi kebiasaan Pep belakangan ini, di dua laga terakhir Pep merubah formasinya dari 3-2-4-1 melawan Chelsea menjadi 4-2-3-1 di laga terakhir melawan Leicester. 

Walaupun belum membuahkan hasil, Pep setidaknya bisa melihat pos mana saja yang benar-benar perlu dibenahi untuk kembali menghadapi tim berbau Italia di laga berikutnya.

Mazzarri dikenal sebagai salah satu pencetus sistem 3-5-2 di Italia dan layaknya tipikal pelatih Italia lain, serangan balik merupakan senjata andalannya.

Melalui skema ini ia mampu menjelma menjadi sosok krusial dibalik kesuksesan Sampdoria dan Napoli hingga akhirnya Moratti kepincut memboyongnya ke Giuseppe Meazza pada 2013.

Sayangnya, skema ini pula yang membuatnya harus angkat koper dari Inter Milan. Fanatisme nya memasang tiga bek sejajar dan mendorong dua bek sayap sebagai ekstra gelandang tidak sesuai dengan kompoisisi skuat yang tersedia.

Hal yang sama ia terapkan saat menukangi Watford, di awal musim Mazzarri mencoba membawa rasa Italianya ke Vicarage Road. Hasilnya, Watford hanya mampu meraih satu poin dari empat laga dengan formasi 3-5-2.

Kemenangan pertama ia cicipi saat menurunkan lima bek sekaligus di skema 5-3-2 melawan West Ham. Dengan menempatkan Holebas dan Janmaat sebagai gelandang siluman saat menyerang serta menempatkan Valon Behrami agak mundur ke belakang.

Usai laga tersebut Mazzarri keranjingan berkesperimen dengan formasinya; 3-4-3, 4-3-3 hingga 4-4-2. 



Meninggalkan skema tiga bek


Dalam dua laga terakhir Mazzarri nampaknya mulai sadar kelemahan bermain dengan tiga bek di liga Inggris. Ia mulai melunak dengan sistem 3-5-2 yang kerap kali digunakannya selama ini dan mulai beradaptasi dengan tradisi empat pemain belakang dan terbukti efektif meredam Everton di laga terakhir.

Ighalo dipaksa melebar saat timnya bertahan sehingga Deeney di plot sebagai penyerang tunggal. Sementara Zuniga dan Holebas di sayap belakang menambah opsi Mazzarri untuk lebih menghidupkan daya gedor Watford. Kecepatan yang dimiliki keduanya sesuai dengan kebutuhan Mazzarri untuk skema serangan balik.

Di lain pihak, Pep yang masih mencari kembali permainan terbaik City justru akhir-akhir ini mencoba untuk menerapkan formasi tiga bek seperti yang juga diterapkan Conte dan Mazzarri.

Formasi dengan tiga bek saat melawan Chelsea terbukti gagal membendung serangan balik Chelsea. Pep kemungkinan besar akan menghindari skema ini melawan Mazzarri yang paham betul dalam mengusung serangan balik.

Pep dalam konferensi persnya mengatakan bahwa ia tidak akan mengubah filosofi permainannya yaitu bermain dengan pressing dan intensitas tinggi. Dan kembali bermain dengan empat bek merupakan pilihan yang paling sesuai saat ini.

watford


Pemain kunci


City masih belum bisa diperkuat Ferna yang mendapat larangan bermain, artinya Fernando kembali menjadi opsi pep untuk turun sejak awal.

Peran Fernando sebagai di lini kedua amat penting untuk menjadi orang pertama yang membendung serangan balik Watford.

Selain itu Raz yang sudah kembali pulih dari Cedera sepertinya akan dipasang untuk mengeksploitasi sisi lapangan yang kerap ditinggal Holebas atau Zuniga.

Sementara bagi Hornets, Roberto Pereyra yang absen pada partai melawan Everton sudah bisa kembali merumput, dan disinyalir kuat akan kembali diturunkan oleh Mazzarri di pertandingan nanti.

Pereyra yang di banderol £11.05 Juta dari Juventus dan memecahkan rekor transfer Watford, terbukti menjadi pemain kunci Mazzarri sejauh ini. Pemain berkebangsaan Argentina ini telah telah mengemas 2 gol dan 2 assist dalam 12 pertandingan bersama Hornets. Tidak heran di kerap kali di plot sebagai penyerang kiri dalam skema 4-3-3 atau 3-4-3 untuk mengancam pertahanan City yang sedang rapuh.

Patut kita tunggu bagaimana Pep merespon gaya permainan Mazzarri yang tidak jauh berbeda dengan dua pelatih terakhir yang mengalahkannya dan mengembalikan Blues ke jalur yang seharusnya.