Mencari formasi terbaik
Bongkar pasang formasi menjadi kebiasaan Pep belakangan ini, di dua laga terakhir Pep merubah formasinya dari 3-2-4-1 melawan Chelsea menjadi 4-2-3-1 di laga terakhir melawan Leicester.
Walaupun belum membuahkan hasil, Pep setidaknya bisa melihat pos mana saja yang benar-benar perlu dibenahi untuk kembali menghadapi tim berbau Italia di laga berikutnya.
Mazzarri dikenal sebagai salah satu pencetus sistem 3-5-2 di Italia dan layaknya tipikal pelatih Italia lain, serangan balik merupakan senjata andalannya.
Melalui skema ini ia mampu menjelma menjadi sosok krusial dibalik kesuksesan Sampdoria dan Napoli hingga akhirnya Moratti kepincut memboyongnya ke Giuseppe Meazza pada 2013.
Sayangnya, skema ini pula yang membuatnya harus angkat koper dari Inter Milan. Fanatisme nya memasang tiga bek sejajar dan mendorong dua bek sayap sebagai ekstra gelandang tidak sesuai dengan kompoisisi skuat yang tersedia.
Hal yang sama ia terapkan saat menukangi Watford, di awal musim Mazzarri mencoba membawa rasa Italianya ke Vicarage Road. Hasilnya, Watford hanya mampu meraih satu poin dari empat laga dengan formasi 3-5-2.
Kemenangan pertama ia cicipi saat menurunkan lima bek sekaligus di skema 5-3-2 melawan West Ham. Dengan menempatkan Holebas dan Janmaat sebagai gelandang siluman saat menyerang serta menempatkan Valon Behrami agak mundur ke belakang.
Usai laga tersebut Mazzarri keranjingan berkesperimen dengan formasinya; 3-4-3, 4-3-3 hingga 4-4-2.
Meninggalkan skema tiga bek
Dalam dua laga terakhir Mazzarri nampaknya mulai sadar kelemahan bermain dengan tiga bek di liga Inggris. Ia mulai melunak dengan sistem 3-5-2 yang kerap kali digunakannya selama ini dan mulai beradaptasi dengan tradisi empat pemain belakang dan terbukti efektif meredam Everton di laga terakhir.
Ighalo dipaksa melebar saat timnya bertahan sehingga Deeney di plot sebagai penyerang tunggal. Sementara Zuniga dan Holebas di sayap belakang menambah opsi Mazzarri untuk lebih menghidupkan daya gedor Watford. Kecepatan yang dimiliki keduanya sesuai dengan kebutuhan Mazzarri untuk skema serangan balik.
Di lain pihak, Pep yang masih mencari kembali permainan terbaik City justru akhir-akhir ini mencoba untuk menerapkan formasi tiga bek seperti yang juga diterapkan Conte dan Mazzarri.
Formasi dengan tiga bek saat melawan Chelsea terbukti gagal membendung serangan balik Chelsea. Pep kemungkinan besar akan menghindari skema ini melawan Mazzarri yang paham betul dalam mengusung serangan balik.
Pep dalam konferensi persnya mengatakan bahwa ia tidak akan mengubah filosofi permainannya yaitu bermain dengan pressing dan intensitas tinggi. Dan kembali bermain dengan empat bek merupakan pilihan yang paling sesuai saat ini.