Pep Guardiola mengatakan ia tidak akan mengubah filosofinya kendati rentetan hasil buruk yang membuat timnya turun ke posisi empat di klasemen Liga Primer Inggris.

City meraih empat kemenangan dari 15 laga di semua kompetisi, situasi yang membuat sebagian awak media meminta Guardiola untuk merubah pendekatannya.

Namun bos City ini telah mengirim pesan jelas bahwa ia tidak akan merubahnya.

Ia mengatakan akan membuat perubahan halus dan mencoba untuk beradaptasi dengan tuntutan permainan Inggris - Namun ia tetap kukuh dengan keyakinannya bahwa bermain dengan intensitas tinggi dan pressing tinggi yang membuat City menang di 10 laga di awal musim memberikan peluang kemenangan yang paling besar.

“Tidak. Kami akan bermain sebagimana yang kami rasakan,” Katanya, saat ditanya apakah ia akan beranjak dari prinsipnya. “Saya tidak bisa melakukan apa yang tidak saya rasakan.

“Kami harus meminimalisir kesalahan untuk memenangkan pertandingan. Namun saya percaya terhadap cara saya bermain.

“Alasan saya disini adalah untuk membantu para pemain. Saya memikirkan apa yang harus saya lakukan untuk membantu mereka tanpa merubah apapun. Saya percaya hal itu.

“Tentu saya harus beradaptasi, namun itu bukan berarti saya merubah apa yang saya yakini dalam sepak bola. Anda harus bermain dengan cara seperti ini dengan para pemain karena ini adalah jalan terbaik. Klub sejak lama menginginkan cara bermain sepak bola seperti ini.

“Saya ingin bermain seperti yang kami lakukan saat melawan Chelsea dan itu belum lama ini terjadi. Saya melihat kembali laga tersebut; kami tidak pantas mendapatkan namun sepakbola memang seperti itu.

“Kami bisa saja berada di puncak klasemen namun sekarang kami tertinggal tujuh poin. Sepak bola terkadang seperti ini. Kami harus memperbaikinya karena kami membuat banyak kesalahan. Saya harus membantu para pemain.

“Para pemain sama menderitanya dengan saya dan anda harus meminimalisir hal tersebut. Itu sulit bagi kami.”

Guardiola mengatakan bahwa jumlah bola udara adalah perbedaan terbesar yang ia hadapi di Inggris ketimbang di Spanyol dan Jerman.

Ia meyakini bahwa bola-bola tinggi membuat permainan tidak menentu dan ia mengakui timnya harus lebih baik dalam mengatisipasinya jika mereka ingin berhasil di akhir musim.

“Disini anda harus menguasai bola kedua,” Ujarnya. “Tanpa itu anda tidak akan bertahan. Bola lebih sering berada di udara ketimbang di tanah dan itu tidak menentu. Ketika bola berada disana (diatas) tidak ada yg tahu apa yang akan terjadi.

“Disini, bola lebih sering berada di udara dibandingkan di tanah. Anda harus menguasai itu.

“Di negara lain, anda tidak bisa terlalu fokus akan hal seperti ini.

“Gol kedua di Leicester adalah lemparan kedalam lalu bola liarnya menjadi gol.

“Namun saya mengerti sepakbola Inggris pada saat saya melihat satu pertandingan. Swansea v Crystal Palace - 5-4, sembilan gol, delapan bola mati. Anda harus menguasai itu. Saat ini kami tidak mampu menguasainya.”