Piala Liga edisi ke-56 sudah di depan mata kita. City akan mencoba meraih piala keempatnya sementara Liverpool mengincar gelar mereka yang kesembilan.

Laga ini menjanjikan pertarungan hebat, tetapi apakah yang menjadi penentu menang dan kalah di laga ini? Kami mencoba menganalisanya untuk Anda…

Dilema memilih pemain…

Wilfried Bony dan Jesus Navas telah kembali berlatih dan siap turun pada hari Minggu (24/02).

Ini membuat City memiliki total 15 pemain senior yang bisa diturunkan – angin segar di masa krusial musim ini.

Kembali fitnya kedua pemain ini bisa memberi variasi taktik kepada Pellegrini. Para pemain tahu persis lapangan di Wembley lebih besar, hal ini membuat kecepatan Navas dalam memanfaatkan lebar lapangan bisa menjadi kunci – seperti penampilannya di final 2014 melawan Sunderland, dimana ia mencetak satu gol.

Spesialis Wembley…

Dalam diri Yaya Toure, kita memiliki seorang pemain yang bisa diandalkan ketika tim benar-benar membutuhkannya, terutama di Wembley.

Tampil luar biasa melawan Dynamo Kyiv, Toure mencetak satu dari tiga gol City dan akan membidik gawang Liverpool yang dijaga oleh saudaranya sendiri.

Yaya belum pernah mengalahkan Kolo di laga kompetitif dalam tiga kesempatan – dan Minggu malam nanti menjadi momen yang tepat untuk mencetak kemenangan pertama sang adik dari kakaknya.

Inti kekuatan…

Tak banyak laga dimana lima inti kekuatan City dapat tampil bersama musim ini.

Joe Hart, Vincent Kompany, Yaya Toure, David Silva dan Sergio Aguero tampil bersama melawan Dynamo Kiev, hasilnya bisa kita lihat sendiri.

Manuel Pellegrini akan bisa memainkan lima pilarnya bersama di Wembley dan akan menjadi keunggulan moril bagi City dalam upaya membalas dendam kepada rival asal Merseyside mereka.

Kompany dan Silva absen ketika City dikalahkan Liverpool di Etihad Stadium awal musim ini, sementara Aguero dan Toure kerap bermasalah dengan kebugaran mereka, hanya tampil selama 66 dan 45 menit di laga itu.

 

Sekarang, bawa Liverpool kemari!