Sore penuh kontroversi di Etihad berakhir dengan kekalahan kedua tim asuhan Manuel Pellegrini

Gol pembuka Spurs lewat hadiah penalti yang diberikan karena handball Raheem Sterling menjadi perdebatan hangat di laga ini.

Banyak jurnalis yang berpendapat keputusan ini terlalu keras dan Manuel juga setuju dengan pendapat ini.

“Saya pikir semua orang melihat insiden itu dan hal itu lebih penting ketimbang pendapat saya,” Pellegrini menjelaskan.

“Malang bagi kami, wasit yang memimpin laga ini adalah wasit yang sama ketika kami kalah di kandang Spurs karena dua gol offside mereka disahkan wasit.

“Saya tak hanya ingin membicarakan keputusan wasit. Kami membuat kesalahan pada gol kedua tetapi di momen wasit memberi hadiah penalti sangat krusial karena kami sedang bermain bagus dan mengontrol laga.

“Saya pikir menunjuk wasit yang sama dalam kedua laga antara kami dan Spurs bukanlah keputusan yang baik.”

City tertinggal enam angka dari puncak klasemen, kendati tertinggal Manuel Pellegrini menekankan timnya masih berada dalam perburuan gelar.

“Hasil dua laga terakhir kami sangat jelek,” Pellegrini mengakui.

“Kami memiliki dua laga melawan tim yang mengejar gelar – kami tak pernah menduga tak akan mendapatkan angka sama sekali.

“Kami harus terus berjuang. Kami harus memenangkan sisa 36 poin. Kami hanya memiliki 14 pemain karena cedera dan penting untuk kembali berlatih besok dan tetap percaya.

“Masalah pertama adalah memperbaiki tim. Seluruh tim yang bersaing meraih gelar akan kehilangan angka dari sekarang hingga akhir musim. Penting bagi kami untuk percaya dengan usaha kami.

“Saya khawatir karena kami hanya punya 14 pemain – sulit memainkan begitu banyak laga dengan sedikit pemain. Setelah itu, kami harus bermain lebih baik.”