Kendati dalam tayangan ulang memperlihatkan bola telah keluar sebelum Raheem Sterling melepas umpan yang berujung gol menentukan De Bruyne, manajer asal Chile itu bersikeras bahwa timnya pantas meraih kemenangan.
“Saya sangat bahagia, bisa memainkan partai final di Wembley, ini pencapaian penting,” ia menjelaskan.
“Wembley adalah stadion spesial dengan atmostfer yang spesial. Ketika dua tim seperti City dan Liverpool bermain di final, membuat semuanya terasa lebih spesial.
“Kami mencetak 18 atau 19 gol di turnamen ini – kami hanya sekali kalah melawan Everton di laga yang berlangsung 180 menit dan saya pikir kami memainkan laga semifinal ini dengan pintar.
“Saya baru melihat insiden Sterling – mungkin itu adalah kesalahan wasit tetapi Everton tak bisa mengeluh soal wasit. Kami kalah di laga pertama lewat gol offside dan tidak diberikan penalti saat Jesus Navas dilanggar.
“Kami juga seri di Premier League ketika penalti lagi-lagi tak diberikan saat Raheem Sterling dilanggar. Kami merupakan tim terbaik malam ini dan pantas berada di final.”
Satu kabar buruk menyertai malam City ketika Kevin De Bruyne harus meninggalkan lapangan karena cedera di penghujung laga.
“Dokter sedang melihat kondisinya tetapi belum bisa memastikan, ini merupakan masalah medial ligament. Kami akan melihat kondisinya tetapi mustahil memastikannya sebelum besok.
“Saya optimis ia tidak akan absen hingga akhir musim. Kita lihat seberapa penting cederanya. Kami pikir itu bukanlah kerusakan ligament yang krusial.
“Kevin sosok yang sangat penting bagi kami di musim ini. Ia tidak turun dari awal di laga ini karena kami memiliki sembilan laga antara sekarang hingga bulan depan.
“Sulit mengetahuinya sekarang. Ia sedang bersama dokter, besok kami akan mengetahui lebih jelas tetapi itu bukanlah cedera ringan.”