Barcelona memang kuat – itu adalah fakta. Tapi tak ada tim yang tidak terkalahkan di dunia.

Mimin @ManCityIndo bang @HanifThamrin mencoba menganalisa peluang City saat menghadapi Barcelona dalam partai krusial Liga Champions Rabu (02/11) nanti…

Ini Etihad bung!

Manchester City belum terkalahkan di kandang musim ini, itulah faktanya. Baru Everton dan Southampton yang mampu mencuri satu angka di Etihad pada musim ini. Tim dari negara lain? Hancur berkeping-keping saat melawat ke kandang kebanggaan kita.

Tak percaya? Lihatlah nasib Borussia Monchengladbach yang dipermak 4-0 oleh anak asuh Pep Guardiola, atau Steaua Bucharest yang takluk 1-0 (perlu diingat bahwa di leg pertama City sudah menang 5-0 sehingga the Blues tidak terlalu ngotot di leg kedua).

Jadi siapapun lawannya, tidak ada alasan untuk gentar, karena ini Etihad bung! Kami adalah Manchester City dan kami berjuang hingga akhir.

Kalah permainan? Pernyataan yang terlalu berlebihan

Banyak pandit dan pengamat sepakbola yang secara berlebihan mengkritik City ketika kalah 4-0 di Camp Nou. Well, itu berarti mereka tidak melihat laga ini dengan benar. 15 menit pertama sebelum gol Messi tercipta, praktis City mendominasi permainan – di kandang Barca. Sampai Ferna tergelincir dan the Blues kebobolan gol pertama, situasi semakin sulit karena Bravo mendapat kartu merah beberapa menit setelahnya.

Mari realistis, hanya sedikit tim di dunia ini yang bisa menandingi Barcelona dengan 11 pemain di lapangan, dan Manchester City adalah salah satu dari tim tersebut. Bahkan Real Madrid, Bayern Munich dan Juvetus sudah merasakan kekuatan mereka, bayangkan harus menghadapi Barca dengan 10 pemain lebih dari 75 menit?

Andai saja the Blues dinaungi sedikit keberuntungan pada malam itu, pasti laga berjalan lebih seimbang…

Messi? Kami punya Aguero!

Ya, ya, ya semua orang tahu Barcelona memiliki pemain terbaik di dunia dalam diri Lionel Messi. Tapi City juga memiliki striker terbaik di dunia dalam diri Sergio Aguero. Ketika Kun berada di ‘zona-nya’ tak ada satu bek pun yang mampu menghentikannya.

Tak percaya? Tanya saja kepada Newcastle United ketika diberondong lima gol dalam satu pertandingan. Atau kepada Jerome Boateng saat ia mencetak hattrick ke gawang Bayern, dan teranyar Jonas Olsson yang dibuat frustrasi oleh brace Aguero sehingga Olsson pun digantikan di babak kedua ketika City menggulung West Brom 4-0.

Terlebih Barcelona menyongsong laga ini tidak dengan pertahanan terbaiknya. Mari berharap besok malam Kun menemukan ‘zona-nya’ karena ketika itu terjadi, mungkin hanya do’a yang bisa menghentikan gol-golnya.

Setelah laga melawan West Brom, Alan Shearer berkata: “Kita hanya punya satu pemain kelas dunia di Premier League, dan itu adalah Sergio Aguero.”

Pendapat yang diamini oleh Pep Guardiola yang mengatakan bahwa ‘di dalam kotak penalti, Aguero ada di level yang sama dengan Messi’.

Momen yang tepat

Tak ada momen yang lebih baik untuk menghadapi Barca daripada saat ini. Kenapa? Pertama karena badai cedera yang menimpa mereka, tim asal Katalan itu tidak akan diperkuat Gerard Pique, Jeremy Mathieu, Aleix Vidal, Jordi Alba dan yang paling krusial: Andreas Iniesta.

Barcelona memang memiliki lini depan yang menakutkan, tetapi dengan kondisi saat ini pertahanan mereka tidak ideal. Lucas Digne belum teruji di Eropa, maka menempatkan Sterling atau Sane untuk membombardir sisi kiri Barca adalah pilihan rasional. Lalu absennya Pique akan membuat Mascherano berduet dengan Samuel Umtiti di pusat pertahanana Barca, Mascherano memang sarat pengalaman, tetapi di usia 32 tahun ia bukan lagi bek tercepat di La Liga.

Aguero, De Bruyne dan Sterling bisa memberikan masalah yang nyata bagi duet ‘dadakan’ Mascherano dan Umtiti. Terakhir, kehilangan Pique berdampak serius terhadap koordinasi Barcelona menghadapi bola-bola mati. Jika Kompany diturunkan, maka City akan punya peluang mencetak gol dari sepak pojok atau tendangan bebas. Karena praktis tinggal Sergio Busquets yang memiliki postur cukup tinggi untuk menghalau bola-bola udara the Blues.