Menyambut derbi Manchester ke-172, ManCityIndo akan memilih beberapa ikon biru langit yang tampil apik di laga panas ini...

Di edisi kedua ikon derbi, kami persembahkan Mario Balotelli…

Sang pemain...

Mario Balotelli

Disepanjang karirnya, Mario selalu menjadi enigma yang terbungkus misteri, kerap tampil menjanjikan tapi tidak selalu menampilkan performa terbaiknya. Ketika di Inter Milan, ia merupakan talenta berharga yang membuat frustrasi manajernya, tetapi ia mencetak gol dan punya popularitas tinggi.

Du AC Milan – klub yang ia dukung – ia mengesankan dan membuat klubnya frustrasi sama besarnya, ia kesulitan meninggalkan masalah diluar lapangan yang kerap menerpanya, dan masa ia bermain di Liverpool bahkan lebih menyedihkan.

Tetapi Mario terbuat untuk City. Tidak bisa ditebak, terkadang brillian – terkadang tidak – tetapi suporter mencintainya dan seluruh ketidaksempurnaannya.

Ketika fotonya muncul di layar raksasa Etihad sesaat setelah ia bergabung ke Liverpool tapi tak bisa diturunkan, teriakan apresiasi terdengar dari tuan rumah dan lagunya dikumandangkan setelah itu.

Ia mencetak 30 gol dari 80 penampilan bagi City dan berperan ketika City menjuarai gelar Premier League di musim 2011/12 ketika operannya kepada Aguero membuka jalan Kun mencetak gol kemenangan.

Dan tentunya, Pada bulan Oktober 2011 ia meninggalkan luka di derbi yang berlangsung di Old Trafford…


Momen Mario…


Old Trafford, 23 October 2011

City memulai laga dengan brilian, gol pertama akan sangat krusial dan the Blues mencetak gol lebih dulu. Momen gol pertama tersebut tak akan pernah dilupakan karena selebrasinya yang lebih besar ketimbang gol itu sendiri.

James Milner mencoba merengsek ke kotak penalti tetapi dipaksa kembali ke tengah. David Silva melepas umpan silang dan Balotelli melepaskan tembakan mendatar menyusur tanah, sungguh akurat sehingga menaklukkan David De Gea.

Begitu bola masuk ke gawang, Mario memalingkan wajahnya ke kamera TV dan mengangkat seragamnya dan menunjukkan pesan ‘Why always me?’ atau ‘Kenapa selalu saya?’. Itu merupakan khas Balotelli dan caranya menjawab kritikan surat kabar yang jarang menempatkannya di halaman belakang.

The Blues pada akhirnya meruntuhkan the Reds karena anak asuh Roberto Mancini menang 6-1.

Kesaksiannya...

Mario tidak memberikan sepatah katapun setelah pertandingan itu, ia lebih memilih menyampaikan kata-katanya dengan cara yang lebih ‘imajinatif’.

Phil McNulty dari BBC menyimpulkan momen itu, “Meskipun Balotelli terbukti memiliki selera humor bagus dengan gestur tersebut, ia tetap dikartu kuning oleh wasit Mark Clattenburg…”