Apa saja faktor yang harus diwaspadai City saat berjumpa Everton?

Everton akan bertandang ke Etihad Stadium Selasa (22/08) dini hari nanti di partai kandang perdana Manchester City musim 2017/18. @HanifThamrin menganalisa potensi lawan yang akan dihadapi the Blues nanti…

Pembelian pintar di jendela transfer yang gila

Kedatangan Ronald Koeman di kubu Everton pada musim yang lalu mengembalikan ‘mojo’ klub asal Merseyside itu, terbukti stabilitas kembali diraih the Toffees dan pada musim lalu dan mereka mengakhiri musim di posisi tujuh – hanya terpaut satu posisi dari tetangga Manchester kita.

Musim kedua Koeman bertugas, ia mendapatkan dukungan luar biasa dari manajemen Everton. Meski melepas Romelu Lukaku ke rival sekota City seharga £75 juta – tak tanggung-tanggung, the Toffees mendatangkan enam nama besar sekaligus dengan total biaya £144 juta, diawali dari kedatangan pemain yang sudah malang melintang di  Liga Inggris seperti kiper Jordan Pickford, dan Michael Keane – bek tengah Burnley yang bersinar musim lalu, lalu Davey Klaassen yang membawa Ajax maju ke final Liga Europa edisi terakhir, kemudian ada Sandro Ramirez dari Malaga, memulangkan Wayne Rooney, hingga yang teranyar mendatangkan Gylfi Sigurdsson dengan harga £45 juta sekaligus memecahkan rekor pembelian termahal Everton sepanjang masa.

Di tengah-tengah jendela transfer yang sudah begitu gila dimana rekor demi rekor bertumbangan, Everton melakukan aktivitas transfer yang pintar, memperbaiki kelemahan mereka sekaligus membangun tim yang mampu bermain sama baiknya di skema 3-4-2-1 maupun 4-3-2-1. Hasilnya mulai terlihat di partai pembuka, the Toffees mampu menumbangkan Stoke City lewat gol semata wayang Wayne Rooney, di laga itu Koeman memainkan skema tiga bek – sementara di Liga Europa mereka menumpas Hadjuk Split Kamis (17/08) dengan skor 2-0 dengan memainkan skema 4-2-3-1.

Akan tetapi mengingat City akan bermain di kandang saat kedua tim berjumpa nanti, hampir dipastikan Everton akan memainkan skema tiga bek, dimana Ashley Williams – Phil Jagielka – dan Michael Keane akan tampil bersama, dilindungi dua bek sayap dan dua gelandang bertahan dalam diri Morgan Schneiderlin dan Idrissa Guaye.

Seluruh pemain kreatif City harus memainkan permainan terbaik mereka untuk membongkar ‘bunker’ Everton Selasa dini hari nanti.

Parkir bus lagi?

Hampir setiap tim yang datang ke Etihad memainkan strategi menumpuk pemain di pertahanan dan mengincar serangan balik, musim lalu dari tim enam besar klasemen, mungkin hanya Tottenham yang tidak menerapkan strategi bertahan. Bahkan juara bertahan Chelsea dan tim sekota Manchester United tidak malu melakukannya di kandang kita – apapun dihalalkan asal tidak kalah di Etihad, lagipula jika ada peluang menang ball possession dari tim sekelas City, mungkin hanya Barcelona yang memilikinya.

Baik City maupun Everton diprediksi akan kembali menurunkan tiga bek di pekan kedua Premier League mendatang. Skema 3-5-2 mengizinkan City mengeksplorasi kelebihan dua bek sayap mereka dalam diri Danilo dan Walker, terlebih keduanya diistirahatkan oleh Pep ketika ujicoba melawan Girona. Sementara itu, laga melawan City di Etihad diperkirakan menjadi partai debut pemain termahal Everton yakni Gylfi Sigurdsson. Playmaker Islandia tersebut selalu tampil ciamik saat bertemu the Blues musim lalu, terbukti ia mencetak gol penyeimbang bagi Swansea pada bulan Februari di Etihad – sebelum Gabriel Jesus memastikan tiga angka bagi City di masa injury time. Meski mungkin tidak akan tampil dari menit pertama, besar kemungkinan laga ini menjadi partai debut bagi sang playmaker Islandia itu.

Hasil laga ini bisa ditentukan seperti memasukkan benang ke ujung jarum, satu kesalahan bisa berbuah fatal, apakah itu set piece, kesalahan individu, faktor kartu merah, pergantian pemain yang tepat, hingga menurunnya stamina di penghujung laga.

Jika menilik kepada materi pemain, City punya keunggulan memiliki banyak pemain yang bisa membuka kunci permainan, dalam diri David Silva, Aguero, De Bruyne – hingga opsi dari bangku cadangan seperti Leroy Sane, Raheem Sterling hingga Bernardo Silva.

Waspada bola mati

Everton punya ancaman berbahaya dari bola mati. Pertama dari eksekusi langsung, baik Wayne Rooney maupun Gylfi Sigurdsson punya eksekusi tendangan bebas yang mematikan.

Lalu ada potensi ancaman bola-bola atas saat sepak pojok maupun tendangan bebas. Ashley Williams, Michael Keane, Schneiderlin, Jagielka semuanya punya postur tubuh tinggi. Bahkan saat mengalahkan Hadjuk Split di Liga Europa Kamis (17/08) lalu, Keane mencetak salah satu gol kemenangan the Toffees.

Praktis di kubu City hanya Kompany dan Stones yang punya postur mumpuni untuk menghalau ancaman bola-bola atas. Mungkin memainkan Yaya Toure di partai ini bisa menjadi salah satu solusi yang dicoba Pep untuk memberikan perlawanan permainan fisik sekaligus menganulir ancaman bola-bola atas dari skuad Ronald Koeman.