quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Bedah Taktik: Rapatkan barisan dan maju serempak

​AT THE DOUBLE: City celebrate going two ahead against Bournemouth.

​AT THE DOUBLE: City celebrate going two ahead against Bournemouth.

@RasyidMCFC mengupas apa yang terjadi saat City tumbangkan Bournemouth di laga kandang terakhir tahun ini.

Rapatkan barisan

City pesta gol ke gawang Asmir Begovic lewat gol yang dicetak oleh Sergio Aguero (2), Raheem Sterling, dan Danilo di akhir laga. Dan tiga dari empat gol yang tercipta berawal dari rapatnya permainan City di sepertiga akhir lapangan.

Gol pertama berawal dari gencarnya lini depan City menekan pertahanan The Cherries. Asmir Begovic dibuat salah tingkah sehingga umpannya mampu dipotong Fabian Delph, yang tampil trengginas dengan total 11 kali ball recovery. Anak asuh Pep Guardiola tidak rela bolanya dikuasai terlalu lama oleh lawan, data memperlihatkan City mengoleksi 79% penguasaan bola atau setara dengan 71 menit pertandingan.

Nampaknya Pep telah menemukan formula terbaik untuk menembus tumpukan barisan belakang lawan - perpendek jarak antar pemain saat menyerang. Dengan rapatnya jarak pemain, otomatis hanya satu-dua pemain belakang yang akan menjadi titik fokus Aguero dkk, sementara sisanya tak akan terlalu berarti mengingat mereka akan menjaga posnya masing-masing. Taktik ini terlihat jelas saat Raheem Sterling mencetak gol kedua bagi City, jarak trisula Aguero, Sterling dan De Bruyne begitu rapat sehingga membuat Nathan Ake dan Steve Cook kebingungan harus menjaga siapa. Hingga akhirnya Raz muncul dari sisi yang tak terduga setelah De Bruyne dengan jenius meloloskan bola hasil sodoran Kun.

Di situasi gol keempat yang dicetak Danilo, setidaknya ada lima pemain City yang menyerang secara bersamaan, tiga diantaranya mengisi lini tengah yang memancing tiga pemain bertahan Bournemouth bermain terlalu dekat satu sama lain, dan meninggalkan celah di sisi kiri bagi Danilo untuk melengkapi malam yang indah di Etihad.

Karena pada dasarnya, menyerang dari tengah akan menciptakan serangan yang lebih variatif dan kemungkinan mencetak gol yang lebih besar - seperti yang telah Pep lakukan di klub yang sudah-sudah.

Kontribusi kolektif

Hampir semua pemain yang bermain kontra Bournemouth setidaknya pernah mencetak satu gol atau assist bagi City musim ini.

Permainan menyerang yang diperagakan The Citizens memungkinkan semua pemain untuk berkontribusi lebih - terlepas dari posisi murninya. Bahkan Fabian Delph dan Kyle Walker lebih banyak menghabiskan waktu di daerah lawan ketimbang pertahanan sendiri.

Dengan kedalaman skuat yang hampir sama rata kualitasnya, City mampu mengusung beberapa pola permainan berbeda di tiap laga dan lawan. Dari belakang, City memiliki sosok Ederson yang tangguh dan punya skill olah bola yang sama baik dengan gelandang. Kompany dan Otamendi bak karang yang tak bisa ditembus dan menjadi sosok tajam saat bola mati. Mobilitas dan versatilitas Delph, Walker dan Fernandinho memastikan kedua lini berjalan seimbang.

Dengan keberadan sosok seperti Silva dan KDB, City mampu memanfaatkan sedikit apapun celah untuk bisa dikonversi menjadi peluang. Raheem Sterling dan Leroy Sane memastikan pemain belakang kehabisan stok oksigen sebelum 60 menit. Sementara klinisnya Aguero menjadi jaminan mutu skor tak akan kosong melompong. 

Dan bukan tidak mungkin, di laga selanjutnya Ederson akan tampil sebagai gelandang. Siapa tahu?