quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Bedah Taktik: Terima kasih atas santapannya, Mou!

MAGIC MAN: Man-of-the-match David Silva celebrates the three points that extend City's lead to 11 points at the top of the Premier League.

MAGIC MAN: Man-of-the-match David Silva celebrates the three points that extend City's lead to 11 points at the top of the Premier League.

Rasyid Hidayat menganalisis apa yang terjadi saat derbi Manchester ke-175...

Salah Umpan!

Melawan tim yang menang 40 kali di kandang sendiri adalah tugas yang sulit bagi siapapun yang melawat ke old trafford, tak terkecuali anak asuh Guardiola.

Tampil dengan formasi 4-3-3, Vincent Kompany memimpin lini belakang bersama Otamendi, diiringi Kyle Walker dan Delph di kedua sisi. Sementara Fernandinho, David Silva dan Kevin De Bruyne, bahu-membahu di lini tengah City.

Duet Leroy Sane dan Raheem Sterling kali ini ditemani oleh Gabriel Jesus untuk melengkapi trisula maut di depan gawang.

Tanpa Sergio Aguero, Pep Guardiola bisa tampil lebih fleksibel di lini depannya dengan menukar peran Gabriel Jesus dan Raheem Sterling secara berkala.

Kondisi ini memungkinkan Sterling bermain sebagai false-9, peran yang serupa seperti Lionel Messi saat di Barcelona sehingga kedua sayap bisa menusuk ke dalam lewat kedua sisinya - strategi langganan Pep saat menukangi Barcelona.

SLALOM: Raheem Sterling dances his way between a pair of tackles in the first half.

Berdasarkan persebaran pemain, formasi City lebih menyerupai 4-4-2 berlian, hal ini memungkinkan City untuk mendominasi lini tengah United yang hanya mengandalkan Herrera dan Matic sebagai perusak ritme permainan. Tak ayal, penguasaan bola City sempat mencapai 70% di babak pertama.

Taktik ini sudah bisa diprediksi berkaca dari laga United melawan Arsenal. United hanya menunggu momen dan 'mempersilahkan' Arsenal untuk menguasai permainan, walaupun pada akhirnya United-lah yang bawa pulang kemenangan.

Tapi, taktik ini tak berlaku saat menghadapi anak asuh Guardiola. David Silva dkk justru doyan mengeksploitasi ruang-ruang kosong.

Sedikit saja mereka diberi keleluasaan, disanalah malapetaka datang.

Sama saja seperti mengusir Hiu dengan sepotong daging segar, salah umpan!

Persempit lapangan

Wacana parkir bus yang kiranya akan terapkan Mou dalam laga ini tak nampak dari susunan pemain mereka.

Menurunkan Martial, Rashford, Lingard dan Lukaku dari awal bukanlah strategi parkir bus yang kita harapkan, kecepatan dan akselerasi keempat pemain ini tentu akan menjadi momok lini belakang the Citizens

Merespon hal ini, City menerapkan pressing tinggi untuk memutus aliran bola, pertahanan Vincent Kompany cs bahkan berdiri hampir sejajar dengan Fernandinho di lapangan tengah.

KEY BATTLE: Vincent Kompany gets the better of Romelu Lukaku in a first-half aerial duel.

Otomatis, ruang gerak Martial dan Rashford terputus bahkan sebelum bola sampai ke kaki mereka.

Di lini tengah, Ferna, Kevin De Bruyne dan Silva silih berganti turun ke dalam menjemput bola. Sementara Raheem Sterling dan Gabriel Jesus juga rajin membantu ke tengah untuk bermain satu-dua dengan ketiga pemain di atas.

Taktik ini menjadikan lapangan semakin sempit bagi Manchester United untuk bisa lepas dari kekangan the Blues. 

Bola 'Mati'

Dalam beberapa laga terakhir, bola mati seakan menjadi mimpi buruk bagi pertahanan City. Namun kutukan itu seakan sirna di derbi Manchester kemarin.

Berawal dua bola mati, dua gol City tercipta lewat David Silva dan Nicolas Otamendi.

Mengandalkan sedikit 'hadiah natal' dari Romelu Lukaku, City berhasil mengubah kutukan menjadi sebuah anugerah.

Nampaknya saya tahu kenapa ia dijuluki 'bola mati', karena memang mematikan, mematikan untuk lawan.

EL MAGO: David Silva puts City ahead in the 42nd minute at Old Trafford.