Mimin @mancityIndo mengulas kembali penampilan bintang lima pasukan Pep Guardiola saat kalahkan West Ham di FA Cup.

Formasi Berlian

Pep menepati janjinya saat konferensi pers untuk mempertahankan skuat terbaiknya kala bertamu ke West Ham di ajang FA Cup. Pelatih Katalan ini membuat lima perubahan dari laga melawan Burnley yang berakhir dengan kemenangan Blues 2-1 di Etihad. Aguero kembali mengisi slot lini depan City usai hanya menjadi pemain pengganti di laga terakhir, sementara Zabaleta yang dipercaya sebagai kapten tim pada lawatan perdana ke London Stadium, bermain di posisi yang sesekali ia tempati -  gelandang bertahan. Begitupun Stones, Silva dan Caballero yang kembali dipercaya dibawah mistar.

lineup

Formasi awal 4-2-3-1 nampaknya hanya menjadi kamuflase semata, pada kenyataannya skema permainan berubah seiring berjalannya laga. Zabaleta tampil lebih menyerang, beberapa kali ia menusuk barisan belakang Hammers dan menciptakan peluang, alhasil penalti pun dihadiahi Michael Oliver usai ia dilanggar di kotak penalti. Sementara Kevin De Bruyne yang selama ini menjadi otak serangan di sepertiga akhir lawan, kali ini bermain lebih kedalam dan memberi keseimbangan di lini tengah.

Saat menyerang, Aguero lebih banyak membuka ruang ke pinggir lapangan, hal tersebut memberikan celah bagi Sterling, Silva atau bahkan Zabaleta untuk masuk ke jantung pertahanan. Strategi ini secara kasat mata membentuk dua Berlian di dalam tubuh the Blues, dengan Yaya-Zaba-De Bruyne-Silva saat bertahan dan De Bruyne-Sterling-Aguero-Silva-di saat menyerang. 

taktik1

Hal ini diamini Stones dalam wawancaranya usai laga perdana di FA Cup musim ini, ia mengatakan bahwa City bermain agak berbeda dari biasanya, mereka bermain dengan formasi berlian dan tiga pemain depan. Hasilnya sangat pun sangat memuaskan, City mendominasi laga dari awal hingga akhir laga, walaupun Hammers sesekali mampu mengancam lewat Antonio dan Feghouli, namun skema baru ini berjalan terlalu efektif untuk bisa ditembus Hammers.

Pertahanan Ganda

Duet Yaya dan Zaba di didepan keempat bek membuat pertahanan City semakin terlindungi. Carroll terpaksa gigit jari di hari ulang tahunnya lantaran dihadang ketat oleh duet Stones dan Otamendi yang bermain tanpa cacat, sedangkan Lanzini bahkan kesulitan untuk menembus lapisan Zabaleta di lini kedua. Proteksi ganda ini membuat serangan Hammers kerap patah di lapangan tengah dan Blues mampu mengalirkan bola dengan leluasa tanpa ada tekanan yang berarti.

tak

Tidak mau kalah dengan barisan belakangnya, Caballero pun menunjukkan jika ia memiliki kualitas yang mumpuni untuk menjadi penjaga gawang utama City. Beberapa kali usaha Antonio mentah di tangannya, begitupun Feghouli dan Carroll yang dibuat frustasi. Pertahanan City pun solid sepanjang laga dan berhasil pertahankan keperawanan gawangnya.

Pemain ke-12

Beberapa minggu belakangan Pep kerap menantang para suporter untuk memberikan dukungan penuh kepada timnya. Bos City tersebut mengatakan bahwa bermain di kandang akan lawan selalu sulit, apalagi lawan yang di hadapinya di FA Cup kali ini adalah sesama tim Liga Primer, oleh karena itu dukungan suporter amat krusial bagi dukungan moral para pemain.

Dan malam ini, semua tantangan tersebut dibuktikan dan dijawab lantang oleh 9000 suporter City yang datang ke London Stadium. Sepanjang laga, riuh suporter City terdengar lebih ‘berisik’ dibandingkan suporter tuan rumah. London Stadium seakan mati suri terutama usai tiga gol bersarang di babak pertama.

Pemain ke-12 membuktikan andilnya dalam kemenangan City malam itu, dan jika dukungan yang sama terus mengalir di sisa laga City musim ini, bayangkan berapa gelar yang bisa kita raih di bulan Mei nanti?