Tim Pria

Bedah taktik: Efisiensi adalah kunci

Efisiensi menjadi faktor krusial saat City tumbangkan The Black Cats.

Formasi

City kembali turun dengan formasi 4-1-4-1 dengan Fernandinho kembali ke posisi alaminya sebagai gelandang bertahan di depan empat barisan bertahan.

Willy Caballero, Yaya Toure, David Silva, Aleks Kolarov, dan Bacary Sagna kembali beraksi usai diistirahatkan di laga melawan Huddersfield. Sementara itu Kevin De Bruyne memulai laga dari bangku cadangan.

Aguero kembali di plot menjadi andalan lini depan, didukung Sane dan Sterling dari kedua sayap yang berubah menjadi 4-3-3 atau 4-2-3-1 dengan Silva menjadi poros di tiga gelandang serang

for

Di barisan belakang, Kolarov kembali bertugas sebagai stopper berduet dengan Stones dan kembalinya Ferna ke posisi aslinya menandakan Sagna kembali menempati pos bek kanan.

Sementara di kubu Sunderland, David Moyes mempertahankan skuat yang sama untuk pertama kalinya di Liga Primer musim ini untuk mencoba keluar dari zona degradasi.

Efisiensi

Pep mengutarakan di konferensi pers bahwa laga melawan Sunderland akan sama sulitnya dengan laga Liga Primer lain, terlepas dari posisi mereka di klasemen saat ini.

Hal itu pun terbukti, The Black Cats bermain dengan semangat tinggi dan menekan pertahanan City hampir di sepanjang laga.

Namun City bermain lebih efisien, gol dari Aguero lahir dari tembakan pertama ke gawang Sunderland di ujung babak pertama.

bro

Di babak kedua, The Black Cats bermain lebih terbuka sehingga The Blues lebih leluasa menembus pertahanan yang dikomandoi John O’shea.

Gol kedua tercipta lewat peran tiga pemain Sterling-Silva-Sane, hanya enam sentuhan yang terjalin antara ketiganya. Gol ini sekaligus memastikan City bawa pulang tiga poin dari Stadium of Light.

Dari statistik yang dirilis laman resmi Liga Primer, City hanya mampu melepas 14 tembakan dan setengahnya mengarah ke gawang. Statistik ini menunjukan The Blues lebih efisien dalam menciptakan peluang dari tiga laga Liga Primer sebelumnya.

Dalam keterangan pers usai laga, Pep juga mengatakan bahwa ia memilih mengalirkan bola ketimbang bertahan untuk mempertahankan keunggulan.

Dengan penguasaan bola yang mencapai hampir 71% dan jumlah peluang yang minim , artinya City memilih untuk menjaga stamina tanpa memaksakan masuk ke pertahanan Sunderland.

Hal ini tentu merupakan pilihan yang bijak, mengingat City akan menghadapi FA Cup, Liga Champions dan Liga Primer dalam kurun waktu 10 hari sehingga efisiensi stamina maupun konversi peluang merupakan hal yang vital.

Torehan baru Aguero

Lima gol di tiga laga terakhir membuat Aguero kembali menemukan ketajamannya. Beberapa rekor pribadi juga ia torehkan dalam beberapa minggu terakhir.

Setelah mampu menciptakan gol ke-200 di semua kompetisi saat melawan Monaco, Sergio tidak berhenti menuai decak kagum.

Golnya melawan Sunderland memastikan dirinya menjadi pemain ke-21 yang mencetak 50 gol tandang di Liga Primer.

Kun juga hanya terpaut 19 gol untuk menjadi pencetak gol terbanyak City sepanjang masa, tentunya hal ini sangatlah mungkin mengingat usianya yang baru menginjak 28 tahun dan dalam puncak karir.

Tidak hanya itu, Sergio juga merupakan pemain yang memiiki rasio gol terbaik di sejarah Liga Primer, namun ironisnya ia tidak pernah masuk ke dalam Tim Terbaik versi PFA.

Jika ia mampu mempertahankan performanya saat ini akan sangat mungkin ironi tersebut akan terhapus.




lihat semua partner klub

Mancity.com

31?
loading