quote linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Momen menentukan: Paul Lake

SKIPPER: We speak to Paul Lake about the defining moments of his career.

SKIPPER: We speak to Paul Lake about the defining moments of his career.

Musim ini kita akan berbincang kepada beberapa mantan pemain City dan bertanya: apa momen menentukan dalam karir Anda?

Pekan ini, kami berbicara kepada mantan kapten City, Paul Lake.

Dalam bahasa Paul...

Tampil untuk Bintang Biru

Mungkin momen besar pertama adalah saat bermain bersama tim junior City, bernama Blue Star.

Kami sering bermain di turnamen Isle of Wight dan melaju ke final melawan Senrab, yang merupakan afiliasi dari tim Chelsea. Jadi ini pertama kali saya merasa bermain untuk City.

Bermain melawan klub besar dan mengenakan seragam biru langit, kami mengalahkan mereka dengan meyakinkan. Saya meraih man of the match dan player of the tournament.

Apa yang saya ingat adalah apa yang orang-orang bicarakan pada saat itu kepada ayah saya tentang apa yang saya bisa lakukan sebagai pemain City. Itu adalah pertama kalinya saya mendengar pembicaraan soal potensi saya menjadi pemain utama Man City, dan itu terjadi pada saat saya berusia 11 tahun.

Itu adalah momen menentukan bagi saya untuk berseragam City.

Teken kontrak di sekolah

Saya berada di resepsionis sekolah bersama kepala sekolah dan guru olahraga saya ketika Tony Book tiba. Skip datang dan bertemu dengan kepala sekola dan guru olahraga, dan tentunya mereka sangat gembira.

Saya sangat tegang - Skip adalah manajer tim utama, pemenang Piala Winners, ia telah melakukan segalanya. Sepenting itulah saya hingga ia datang merekrut saya di sekolah!

Di sore harinya, kami dikumpulkan berdasarkan talenta dan kesempatan. Saya satu-satunya yang ada di depan dan itu adalah sebuah momen membanggakan.

Tapi saya masih bisa membayangkan Skip turun dari mobilnya, menutup pintu, dan berjalan menuju resepsionis dengan senyuman di wajahnya. Ini menunjukan Anda momen menentukan tersebut - dan saya yakin semua pemain bola punya cerita seperti itu dalam karirnya - di mana Anda bisa melihat kembali ke belakang dan bercermin.

Itu adalah kesan yang kuat bagi saya.

Melakoni debut kandang

Debut kandang saya adalah melawan Luton Town. Sekarang, Anda tidak punya persiapan bagaimana cara menghadapi tekanan atau ekspektasi apa yang akan muncul. Anda seperti dilempar ke kolam yang dalam, entah Anda berenang atau tenggelam.

Tapi pengawasan dari Tony Brook dan Gyln Pardoe membuat saya merasa aman.

Saya tidak tampil baik tapi saya mencetak gol. Debut kandang saya dan saya mencetak gol! Itu adalah momen besar dalam hidup saya.

Saya bermimpi bermain di Maine Road, mencetak gol dan merayakannya bersama the Kippax - dan saya melakukannya di debut saya.

Sebagai Mancunian, itu adalah momen yang menggembirakan. Momen yang tak terlupakan untuk saya.

Tampil di derbi Manchester 1989

Saya kita telah memenangkan trofi dan ini mungkin tidak terlalu penting, tapi ketika Anda tumbuh di Manchester, derby adalah sesuatu yang penting. Dan tempat di mana saya tinggal saat itu, di Denton, tempatnya penggila City dan United, semua tekanan dan ekspektasi membuat ini lebih signifikan.

Saya tidak pernah melupakan perjalanan melewati pasar Longsight. Saya melihat seorang ayah dan putranya mengatakan: "mohon... mohon...." ini sangat berarti. Dan Anda punya tanggung jawab atas itu.

Dan pemain muda memberikan motivasi kepada pemain senior karena kami sangat termotivasi. Mel Machin adalah manajer saat itu - sosok yang hebat dan pelatih yang bertalenta - tapi adalah Tony Brook yang berbicara kepada pemain muda. Ia adalah bagian besar dari kehidupan kami dan kami pergi ke lapangan dan memenangkan setiap tekel, sundulan, menciptakan peluang demi peluang. Kami tidak membiarkan United kontrol permainan.

Satu gol, dua gol, lalu tiga gol bersarang. Mereka mencetak gol balasan, tapi itu tidak menghalangi kami. Saya berperan di gol keempat dan Hinchy mencetak gol kelima.

The Kippax bersorak. Ini adalah kenangan yang tidak bisa saya lupakan.

Terpilih menjadi kapten

Laga pertama musim 1990/91 adalah tandang ke Tottenham. Saya, Colin Hendry dan Steve Redmind bersaing untuk posisi bek tengah. Saya bermain cukup di pra-musim dan saya merasa telah cukup pantas berada ti tim.

Saya diajak oleh Howard Kendall keliling hotel. Saya pikir ia tak akan memainkan saya dan Reddo akan berpasangan dengan Colin Hendy.

Jadi, ketika Howard mengatakan ia akan menjadikan saya kapten, itu adalah momen yang sangat mengharukan. Ketika saya kembali ke hotel, semua pemain sudah tahu dan datang menyelamati saya.

Pemain senior seperti Adrian Heath, Peter Reid, Colin Hendy...semuanya lebih berpengalaman dari saya, tapi Howard melihat ada kepemimpinan dari diri saya.

Wawancara ini dipublikasikan di City match day programme pada 21 Agustus saat melawan Everton. 

Berita Tim Utama

Fokus statistik: Leroy sane

Berita Tim Utama

Kartu pos City: Tugas internasional

Berita Tim Utama

Kartu pos City: Pulang ke rumah

PLAYER POSTCARDS: Returning to Manchester

Melihat perjalanan pulang para pemain City ke Manchester setelah bertugas membela negara masing-masing.

Kartu pos City: Pulang ke rumah