quote linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Fokus: John Stones

Performa John Stones telah menarik perhatian pada musim ini. Jurnalis klub Rob Pollard melihat lebih dekat.

City mencetak rataan gol yang luar biasa – 30 gol dalam 10 pertandingan di seluruh kompetisi dan 25 gol khusus di bulan September – dengan catatan ini mudah sekali mengacuhkan betapa solidnya lini belakang the Blues.

Tetapi dalam 10 laga tersebut, City hanya kebobolan tiga gol, dan mencetak clean sheet melawan tim-tim seperti Liverpool, Chelsea, Shakhtar Donetsk dan Feyenoord. Menurut pendapat Pep Guardiola, timnya kurang mematikan di depan gawang pada musim lalu, sebuah alasan kunci yang menyebabkan nihil gelar. Ada perasaan lebih kuat tentang City saat ini.

Sinar terang dari lini pertahanan adalah John Stones, salah satu dari tiga pemain yang selalu tampil di setiap pertandingan pada musim ini. Berusia 23 tahun, ada banyak waktu baginya, dimana bek tengah biasanya mencapai level kematangan di usia 30, tetapi perkembangan signifikan dari penampilannya musim ini membuat City memetik keuntungan.

Ia dikenal sebagai bek tengah berkelas dan statistik membuktikan pujian tersebut. Ia telah menyentuh bola sebanyak 834 kali dan menyelesaikan 716 operan – lebih banyak dari pemain manapun di skuad City – dimana akurasi umpannya sebesar 96 persen. Hanya Yaya Toure yang baru tampil di satu laga, yang memiliki rataan lebih baik. Dalam kemenangan atas Shakhtar, ia menyelesaikan 101 operan, lebih banyak daripada pemain manapun di lapangan, dan menetapkan standar dari pekerjaan terbaik City, dimana hal itulah yang diminta oleh Pep dari para pemain bertahannya.

Tapi kontribusinya dalam mencetak clean sheet mungkin merupakan fitur yang paling mencolok dari kebangkitannya. Ia telah membuat 10 intersep, memenangkan duel sebanyak 35 kali, memenangkan bola yang hilang sebanyak 44 kali dan membuat 8 tekel berhasil, seluruh angka tersebut lebih tinggi ketimbang apa yang diperlihatkannya di periode yang sama pada musim yang lalu.

Ada ruang untuk berkembang – tetapi ada pergerakan yang jelas menuju perkembangan. “John tahu seperti apa jarak dan dimana ia harus memperbaiki diri, mempertahankan duel, tetapi ia begitu muda dan mampu mencapainya,” Guardiola memujinya setelah kemenangan 4-0 di kandang Feyenoord – laga dimana Stones mencetak dua gol.

View original post

"Ketika ia mencapai potensinya, ia akan menjadi pemain bertahan yang luar biasa.”

Penampilan terbaiknya pada musim ini muncul ketika menang 1-0 di laga tandang melawan Chelsea, sebuah laga dimana City mendominasi juara bertahan.

“Dari sisi pertahanan, catatan personal, mungkin itu merupakan penampilan terbaik yang saya mainkan,” katanya setelah pertandingan.

“Saya menikmati sepakbola saya. Saya hanya mencoba untuk semakin baik setiap hari, baik secara mental, fisik, taktik ketika berlatih di lapangan.

“Rasa lapar untuk terus semakin berkembang dan mencapai target-target dalam permainan saya mendorong saya untuk menjadi lebih baik. Mencetak clean sheet dalam lima sampai enam laga terakhir membuktikan hal itu. Saya menikmati sepakbola saya.

“Pemain manapun yang mengalami penurunan akan mengatakan masa terbaik adalah ketika Anda menikmati sepakbola Anda dan meraih kemenangan selalu membantu.”

Banyak yang memberikan kredit bahwa penampilan ciamik City di awal musim karena kecemerlangan lini depan. Mencetak 30 gol dari 10 pertandingan mendemonstrasikan kekejaman City di depan gawang. Tapi gol tidak berarti tanpa solidnya lini belakang, dan John Stones merupakan salah satu bek paling cepat berkembang di liga Inggris pada musim ini.

 

Gambar Spesial

Kartu pos pemain: Jeda internasional

Gambar Spesial

Mereka yang terbaik di bawah mistar

Berita Tim Utama

Panel: Laga terbaik City di September