quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Seribu umpan, seribu jalan kalahkan lawan

Selebrasi Silva ke gawang Swansea

Selebrasi Silva ke gawang Swansea

Jurnalis klub, @RasyidMCFC, membahas penampilan perdana Manchester City yang berstatus juara baru Liga Inggris.

Karakter juara ditunjukkan anak-anak Etihad di laga pertamanya usai memastikan diri sebagai juara Liga Inggris 2017/18.

Dengan berbagai rekor di depan mata, Kompany dkk tampil tak kenal ampun di depan publiknya sendiri.

Siapa cepat, dia dapat

"Siapa cepat, dia dapat."

Sebuah istilah yang bisa kita kaitkan dan terapkan di situasi apapun, tak terkecuali dalam sepak bola. 

Tim asuhan Carlos Carvalhal yang datang dengan misi menjauhi zona degradasi, terkesan 'main aman' dengan menumpuk lima pemain di sektor pertahanan.

Sementara City yang tampil tak ada beban, menurunkan trio cepat Gabriel Jesus, Raheem Sterling dan Bernardo Silva untuk memimpin lini serang.

Hampir semua gol yang tercipta berawal dari kecepatan pemain City untuk mengambil keputusan - melepas umpan cepat, bergerak lebih awal, hingga menyambut bola liar di depan gawang.

TECHNIQUE: David Silva fires City into an early lead.

Di gol pertama, kecepatan Kevin De Bruyne melepas umpan kepada Raheem Sterling membuat lini belakang Swansea kelimpungan.

Raheem Sterling yang menyambut bola pun tak berlama-lama mengontrol bola, cukup dua sentuhan sebelum bola ia kirim ke David Silva.

Tak perlu pikir panjang, David Silva pun melepas tendangan first time yang menembus gawang.

Serupa tapi tak sama, gol kelima juga berawal dari kecepatan Gabriel Jesus membaca arah bola dan bergerak lebih awal untuk memanfaatkan umpan lambung dari Yaya Toure.

Namun mungkin gambaran yang paling jelas terjadi saat gol keempat tercipta.

Bermula dari penalti Gabriel Jesus yang membentur tiang gawang, Bernardo Silva kemudian menjadi orang pertama yang masuk ke kotak penalti untuk melesakkan bola liar ke gawang telah ditinggalkan penghuninya.

Sebuah bukti bahwa lima bek sejajar dan rapatnya lini pertahanan tak berdaya membendung kecepatan pasukan biru langit, bukan hanya kecepatan berlari, tapi juga berpikir, ambil keputusan dan antisipasi.

Siapa cepat, dia dapat.

Belum usai

Gelar juara bukanlah akhir dari segalanya.

Seperti yang Pep katakan di konferensi pers sebelum laga, bahwa ia ingin mengukir berbagai rekor baru untuk dijadikan motivasi bagi pemainnya di sisa musim ini - dan hal itu jelas bekerja.

City mampu meraih 83 persen penguasaan bola selama 90 menit, menjadikannya tim pertama dalam 14 tahun terakhir yang mampu menorehkannya.

Bahkan, jumlah sentuhan tertinggi pemain Swansea (54) tidak lebih tinggi dari rata-rata sentuhan starting XI City (83).

TEAMWORK: Provider Fabian Delph celebrates with goalscorer Raheem Sterling.

Lima gol yang diberondong ke gawang Swansea membuat selisih gol City saat ini hanya terpaut satu angka dari gabungan selisih gol United dan Spurs.

Dan The Blues hanya butuh enam gol lagi dari empat laga tersisa untuk memecahkan rekor gol Chelsea (103) dalam semusim.

Performa ini diyakini hanya akan terus menanjak seiring dengan semakin besarnya peluang City untuk mengukir rekor baru.

Guardiola bukanlah tipe pelatih yang cepat puas dengan keadaan dan gelar jelas bukan sebuah batasan.

Seribu umpan, seribu jalan

Dalam video singkat Guardiola yang berbicara tentang filosofi sepak bolanya, terucap penggalan kata yang berulang kali ia katakan:

"Operan demi operan, operan ekstra demi operan ekstra..."

Guardiola dengan gamblang menegaskan bahwa cara agar timnya tetap tampil utuh adalah dengan mengalirkan bola dari kaki ke kaki.

Hal ini nampaknya diresapi betul oleh para pemain sehingga tercermin di laga melawan Swansea.

Seribu lima belas (1015) operan berhasil dilepaskan anak-anak The Blues malam itu, dan 942 diantaranya tepat sasaran.

Sebuah torehan yang belum pernah dicapai oleh tim Inggris manapun sejak musim 2003/04.

Dengan mengalirkan bola, para pemain mampu menjaga dan mengatur ritme permainan yang mereka inginkan, mencari jalan untuk menembus pertahanan lawan dan "Mencetak gol dengan berbagai cara.." seperti kata Guardiola.

PEP WATCH: The manager enjoyed his side's dominant first-half showing.