City kembali dapatkan anti tesis parkir bus yang hilang musim lalu
Dari seluruh tim di Premier League yang bertandang ke Etihad, barangkali hanya Spurs yang berani untuk bermain sepakbola menghadapi anak asuh Pep di Etihad, mungkin ditambah satu klub lagi: Chelsea, yang kedatangan Maurizio Sarri musim ini.
Sisanya? Dipastikan akan bertahan sangat dalam, atau populer dikenal dengan istilah ‘parkir bus’ – mencoba mengais satu angka dari juara bertahan Premier League dengan menumpuk lima bek, empat gelandang di depannya dan bahkan satu striker yang turun menemani holding midfield.
Ini pula yang menjadi penyebab kesulitan skuat Pep musim lalu, terbukti tiga kali anak asuh Pep harus menang di menit akhir lewat gol dramatis pada musim lalu.

Kini, hal itu tidak lagi menjadi masalah. Karena kembali fitnya Benjamin Mendy membuka dimensi baru terhadap skema permainan menyerang total Guardiola. Hadirnya Mendy membuat Pep bisa memainkan kembali skema tiga bek – yang membuat City mampu memainkan Jesus dan Aguero sekaligus tanpa menambah beban pemain bertahan.
“Mendy sangat berbahaya saat berada di dua pertiga area lawan, ia tidak hanya bagus dalam mengirim umpan silang – tapi saat berada disana, ia begitu pintar. Itulah yang membuat kami bisa memainkan formasi ini, (formasi tiga bek)” kata Guardiola setelah menumbangkan the Terriers 6-1.
Terbukti dalam dua pertandingan, Benjamin Mendy telah membuat tiga assist, dan lima peluang emas.
Selamat datang kembali kepingan yang hilang pada musim lalu – panglima #Sharkteam!
Untuk Mateo
Musim lalu adalah musim yang berat bagi David Silva. Kelahiran anaknya Mateo dalam kondisi prematur membuat David harus absen di mayoritas paruh kedua musim dan membuat City kehilangan salah satu old guardterpenting di tubuh tim.
Dalam dokumenter All or Nothing, sebelum menghadapi Spurs - Pep menegaskan kepada seluruh tim untuk memenangkan laga tersebut demi Silva dan putranya. Tim menjawab itu dengan kemenangan 4-1 dan De Bruyne mendedikasikan selebrasi golnya untuk Silva.

Kemarin malam, Mateo hadir di ruang ganti. Ada rasa haru yang menyelimuti seluruh tim, sekaligus semakin menyatukan ruang ganti – bahwa City bukan hanya sebuah tim, lebih dari itu skuat ini sudah menjadi sebuah keluarga besar.
Ayah Mateo merespon ini dengan sebuah gol tendangan bebas indah lewat kaki kirinya – di laga resminya yang ke-250 di Premier League.
Seringkali David Silva jarang mendapat pengakuan dari publik sepakbola Inggris meski City telah menggondol tiga gelar Premier League dalam delapan tahun terakhir. Tapi hal itu tidak akan pernah terjadi di ruang ganti City, di mata Citizens seluruh dunia dan pastinya di mata Mateo.
Ederson atau Kenji?
Dalam sebuah manga karya Tsukasa Ooshima bertajuk Shoot! di tahun 1990-an tentang sepakbola – ada sebuah serangan khas yang dibangun lewat goal kick dari karakter kiper bernama Kenji, lewat umpan jauh langsung ke striker mereka Toshi untuk mencetak gol.
Skema itu seperti ‘dihidupkan’ kembali oleh Ederson dan Aguero di laga kontra Huddersfiled. Kita semua paham dengan akurasi long pass yang dimiliki oleh Ederson, maupun kontrol bolanya yang bak seorang gelandang. Pemegang Guiness World Record untuk kategori drop kick terjauh ini menjelaskan bahwa gol pertama Aguero yang tercipta berkat assist dari dirinya itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sudah direncanakan.

Musim lalu, nyaris skema ini berhasil di eksekusi duet Ederson – Aguero, namun kali ini kiper asal Brasil itu benar-benar resmi mencatatkan namanya di papan assist.
Ini menjadi aset besar dalam melancarkan serangan balik cepat, terutama ketika City mencoba memulai permainan kembali setelah meredam serangan lawan baik itu saat bola mati maupun open play.