Manchester City membidik hasil maksimal saat melawat ke London Minggu (09/12) dini hari nanti.

Pada pertemuan musim lalu, anak asuh Pep Guardiola menampilkan salah satu permainan terbaik di Stamford Bridge saat bertandang pada bulan September. Jika berhasil memetik tiga angka – akan menyempurnakan raihan City selama tujuh hari kebelakang.

 

Saat kita bersiap melawan anak asuh Maurizio Sarri, kita melihat pertarungan kunci di setiap area yang mungkin menjadi penentu dalam laga di Stamford Bridge nanti.

Kyle Walker v Eden Hazard

Bek kanan timnas Inggris Kyle Walker telah menjadi pemain kunci bagi City musim ini lewat kekuatan dan fisiknya, penampilan Walker telah mengembalikan ketakutan terhadap pos full-back the Blues.

 

Lewat kecepatan serta crossingnya, Walker telah menambahkan dimensi baru terhadap opsi penyerangan City.

 

Namun, Walker harus berada dalam penampilan terbaiknya pada Minggu dini hari nanti. Karena kemampuan serta versatility yang dimiliki Hazard, seluruh empat bek sejajar City harus mewaspadainya, namun ia seringkali melakukan pergerakan memotong ke dalam dari sayap kiri – sehingga tanggung jawab dalam menjaga pemain kunci Chelsea tersebut akan jatuh kepada pemain City bernomor punggung 2 tersebut.

 

Jika Walker bisa membuat Hazard terkunci, maka itu akan membantu City menetralisir potensi serangan Chelsea.

Fernandinho v Jorginho

Pertarungan supremasi antara kedua holding midfielderdapat menjadi penentu pertandingan ini.

 

Fernandinho kembali menjadi contoh konsistensi di jantung lini tengah City musim ini, beroperasi sebagai perisai di depan pertahanan the Blues sembari menunggu peluang untuk merengsek ke depan saat membangun serangan.

 

 

Meski ia jarang mendapatkan sorotan individu di halaman depan surat kabar ketimbang rekan setimnya, gelandang Brasil tersebut selalu menjadi sosok penting di ruang ganti City – ia begitu dihargai oleh manajer Pep Guardiola.

 

Ia akan menghadapi pemain timnas Italia Jorginho, yang masuk dalam radar City sepanjang musim panas lalu.

 

Mantan bintang Napoli itu tampil cemerlang di awal karirnya di Inggris, sehingga ia mampu menggeser N’golo Kante sebagai holding midfielder Chelsea.

 

Jorginho pula yang menjadi faktor utama bagusnya startChelsea di awal musim dan jika City bisa mematikan perannya maka hasil pertandingan bisa mengarah ke tim tamu.

Raheem Sterling v Marcos Alonso

Raheem Sterling terus bersinar dan menikmati musim terbaiknya bersama City.

Bersama Harry Kane, Sterling menjadi pencetak gol terbanyak untuk pemain asli Inggris sementara ini dengan jumlah delapan gol, ia juga berada di puncak klasemen assist.

Manajer City Pep Guardiola percaya ia masih belum mencapai potensi maksimalnya.

Namun, selain tanggung jawabnya dalam menyerang, Sterling harus mewaspadai pergerakan Alonso, yang akan mengisi pos wing-backdi laga nanti.

Dengan kekuatan dan kemampuan umpan silangnya, pemain Spanyol tersebut kerap memberikan ancaman saat maju ke depan dan itu berarti Sterling memiliki tanggung jawab bertahan lebih banyak, meski itu juga berarti ada lebih banyak ruang untuk diekspoitasi di final third.

Aymeric Laporte v Alvaro Morata/Oliver Giroud

Bek tengah Perancis Aymeric Laporte tengah dalam performa menakjubkan bagi City sepanjang musim ini, ia menyita perhatian publik dengan penampilan meyakinkannya di jantung pertahanan City serta kualitasnya saat mendistribusikan bola berkat kemampuannya melepas umpan panjang presisi serta nyaman dalam penguasaan bola.

 

Mengingat kompetisi ketat untuk mencuri satu tempat inti dalam skuat City, 15 penampilan sebagai starter hingga saat ini telah menjelaskan kualitas Laporte.

 

Setelah diistirahatkan dalam laga tengah pekan kontra Watford, ia bisa menjadi sosok penting di Stamford Bridge.

 

Apakah itu Morata atau pemenang Piala Dunia Giroud yang memimpin ujung timbak Chelsea pada Minggu dini hari nanti, masih belum bisa dipastikan.

 

Morata dipasang sebagai starter saat Chelsea takluk 1-2 dari Wolves di partai tengah pekan lalu, namun Sarri juga memiliki Giroud saat ia membutuhkan pemain yang mampu memimpin duel-duel di udara.

 

Pemain manapun yang diturunkan nanti, Laporte harus fokus selama 90 menit penuh agar mampu meminimalisir potensi ancaman dari keduanya.