Lima topik diskusi menjelang kunjungan kita ke King Power Stadium di Boxing Day…

1 Tandang lagi ke King Power

Untuk kedua kalinya dalam rentang sembilan hari, City melawat ke Midland Timur untuk menghadapi Leicester City.

 

Kedua tim baru saja bertemu di ajang Carabo Cup dimana City menang 3-1 lewat adu penalti setelah imbang 1-1 di waktu normal, namun sepertinya kedua tim akan tampil berbeda di laga ini.

City membuat rotasi di pertemuan tersebut dimana total enam pemain yang dirubah dari starting XI, kali ini Pep dipastikan lebih banyak menurunkan pemain utama – demikian pula dengan the Foxes.

2 Leicester sedang bagus-bagusnya

Hanya beberapa orang akan memprediksi City dan Chelsea akan kalah di kandang akhir pekan lalu, namun itulah yang terjadi.

Kemenangan 1-0 Leicester di Stamford Bridge berarti mereka dalam kondisi moral tinggi untuk menjamu City, dengan target meraih dua kemenangan besar.

Anak asuh Claude Puel tampil lebih baik di partai tandang musim ini, mereka hanya menang tiga kali dari delapan laga Premier League yang berlangsung di King Power Stadium.

Namin dengan jadwal padat serta atmosfer liburan, mereka ingin menabur garam dalam luka City dan tentunya membalas dendam kekalahan Carabap Cup. Itu berarti ini menjadi laga penuh jebakan bagi juara bertahan.

3 City butuh respon

Jangan salah, City sedang terluka.

Kalah di kandang dari tangan Crystal Palace yang sebelumnya selalu kalah dalam enam partai tandang mereka – dan kebobolan tiga gol atas tim Roy Hodgson – merupakan tamparan bagi anak asuh Pep Guardiola.

Kini, kesempatan untuk secepatnya menghapus kekalahan tersebut dan bangkit terbuka, dan meski the Blues hanya terpaut empat angka dari puncak klasemen, apabila jarak tersebut bertambah, tantangan mempertahankan gelar akan semakin berat.

nd get back on track is presented and though the Blues are only four points off pole position, should that gap increase over the festive period, the challenge of retaining the title will become harder.

MUTED CELEBRATIONS : Kevin De Bruyne halves the deficit against Palace
MUTED CELEBRATIONS : Kevin De Bruyne halves the deficit against Palace

Idealnya, City akan menjamu Liverpool pada 3 Januari untuk mengkudeta puncak klasemen, itu berarti kemenangan atas Leicester dan Southampton merupakan harga mati sembari berharap Liverpool menjatuhkan poin setidaknya dalam satu dari dua laga mereka melawan Newcastle atau Arsenal.

4 Ancaman Vardy

Kapanpun Jamie Vardy menghadapi City, ia selalu menjadi ancaman.

Striker Foxes itu selalu enerjik dan bekerja keras menghadapi pertahanan City dengan serangkaian pergerakannya serta kemampuannya mengeksploitasi kecepatannya untuk melewati orang terakhir di barisan belakang.

Vardy menciptakan pemahaman luar biasa dengan James Maddison yang kini menggantikan peran Riyad Mahres di bidang kreatifitas serangan Leiceser.

Jamie Vardy pegs City back from the spot in December 2017
Jamie Vardy pegs City back from the spot in December 2017

Striker asli Inggris itu punya rekor luar biasa melawan tim-tim kuat.

Dalam 47 pertandingan yang ia mainkan kontra Liverpool, United, Chelsea, Spurs, Arsenal dan City, Vardy telah mencetak 31 gol!

Khusunya melawan City, Vardy telah mencetak lima dari tujuh pertemuan. Jika mampu membungkam Vardy maka kemungkinan City pulang membawa tiga angka lebih besar.

5 Waktunya maksimalkan KDB?

Setelah penampilan cameo cemerlang kontra Palace, Kevin De Bruyne akan membidik satu tempat dalam starting XI di laga melawan the Foxes.

Berhati-hati dalam menjaga menit bermain playmaker Belgia itu adalah kunci bagi Pep Guardiola, namun godaan untuk memainkannya dari menit pertama sulit untuk ditepis.

BLUE HEAVEN : Kevin De Bruyne celebrates after his early strike with Sergio Aguero
BLUE HEAVEN : Kevin De Bruyne celebrates after his early strike with Sergio Aguero

Apakah David Silva dan Fernandinho cukup fit untuk kembali tampil masih dipertanyakan, tetapi kebugaran para pemain kunci City menjadi begitu penting jika the Blues ingin melewatkan periode sibuk ini dengan hasil positif.