Kevin De Bruyne memuji Arijanet Muric ‘punya pembuluh darah es’ setelah kiper 20 tahun tersebut membuat dua penyelamatan yang membawa Manchester City maju ke semifinal Carabao Cup lewat kemenangan 3-1

Gelandang Belgian itu membawa City unggul lebih dulu lewat tembakan dari luar kotak penalti di menit ke-14, gol pertamanya musim ini. Pemain sayap Leicester Marc Albrighton menyamakan skor lewat tembakan voli saat laga menyisakan waktu 15 menit.

 

Pertandingan berakhir imbang 1-1 setelah 90 menit, tapi Muric tampil sebagai pahlawan saat dibutuhkan, menyelamatkan eksekusi penalti James Maddison dan Caglar Soyuncu di babak tos-tosan sebelum Oleks Zinchenko dengan percaya diri menuntaskan penalti dan membawa City maju ke empat besar.

 

“Ia (Muric) memiliki pembuluh darah dari es dan melakukan apa yang harus ia lakukan, jadi ini merupakan momen indah baginya,” kata De Bruyne.

 

Muric menjelaskan bagaimana ia berhasil menggagalkan tembakan Maddison dan Soyuncu: 

 

“Saya menunggu dia, jadi saya melihat bola…dan itu adalah pengalaman yang hebat.”

 

Meski menjadi pahlawan di babak penalti, De Bruyne terpilih sebagai man-of-the match karena penampilan briliannya setelah kembali ke starting XI pasca cedera. Ia menusuk ke dalam dari sisi kiri sebelum melepas tembakan keras yang tak bisa dihentikan oleh para pemain Leicester.

 

Ia begitu bahagia bisa kembali ke tim utama: “Saya sudah absen begitu lama, jadi bisa bermain selama 70 menit adalah pertanda baik bagi saya secara pribadi.

 

“Saya merasa sedikit kaku tetapi saya bahagia bisa kembali berkontribusi.”