quote linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Kompany: Kepercayaan diri kami tumbuh

Vincent Kompany senada dengan Guardiola yang mengatakan bahwa City harus memenangkan Liga Champions untuk disebut sebagai kekuatan di Eropa.

Satu-satunya gelar City di Eropa diraih pada 1970 saat menjuarai Piala Winners Eropa.

Sejak itu, semifinal Liga Champions 2016 adalah pencapaian terbaik Klub di kompetisi Eropa - tapi ia mengatakan kepercayaan diri The Blues tumbuh tiap tahunnya.

"Penting bagi kami untuk membuat pernyataan tentang hal ini atau itu, tapi seperti di tahun-tahun sebelumnya, kami merasakan betapa sulitnya ini," ujar Kompany.

"Kami mencoba untuk masuk ke jajaran tim yang mapan - Barcelona, Bayern, Real Madrid - semua tim yang mencobanya gagal.

"Pertama, FC Basel hadir untuk mengukur kemampuan kami melawan tim seperti ini dan kami merasa bisa mengalahkan mereka."

Kompany menambahkan The Blues masih dalam tahap belajar di Liga Champions tapi percaya perburuan gelar memunculkan sebuah momentum.

Ia mengatakan: "Tentu ada kekurangan pengalaman dan kami kalah di saat kami seharusnya tidak kalah, tapi hal ini berubah dan jika ada tahun di mana Klub merasa seperti bermain di rumah sendiri, itu adalah saat ini.

KOMPANY: FC Basel first...

"Saya tidak mengatakan ini hanya soal waktu - beberapa klub tidak pernah memenangkannya - tapi jika tiap tahun kami bisa melaju dengan kepercayaan diri seperti ini, jika bukan tahun ini atau tahun depan, pasti kami akan meraihnya. Saya yakin itu."

Dan sang kapten juga mengatakan bahwa memenangkan empat gelar musim ini adalah pikiran orang lain - bukan pemain, yang hanya fokus di laga demi laga.

"Apakah kami memikirkan itu? Tidak - tidak sama sekali, kunci yang saya sadari - saya tidak mengatakan ini akan mendatangkan trofi - adalah kemampuan untuk bangkit di tiap laga, motivasi, respek terhadap lawan, untuk memastikan kami tampil 100%.

"Saya tidak membedakan antara Liga Champions, Premier League, FA Cup atau Carabao Cup - kami hanya perlu memenangkan pertandingan. Ini adalah keseimbangan antara tidak terlalu meremehkan tim kecil dan tidak terlalu berlebihan terhadap besar.

"Dari laga ke laga, saya tidak pernah merasakan fokus, intensitas dan motivasi seperti ini.

"Tapi kami akan dinilai dari trofi yang kita raih, kita belum punya apapun saat ini."