Kemenangan 5-1 City atas Leicester menjadi bukti bahwa skuat asuhan Guardiola serius mengincar seluruh gelar musim ini. @hanifThamrin mengangkat tiga poin penting yang bisa kita petik atas the Foxes…

Dejavu musim 14/15

Ingat musim 2014/15 ketika Aguero meraih penghargaan sepatu emas karena 26 gol yang ia ciptakan membuatnya terpilih sebagai pencetak gol terbanyak Liga Inggris?

Semua statistik menunjukkan tren yang sama dalam diri Kun musim ini, penampilannya terus meroket memasuki tahun baru – tentu yang paling kentara adalah hat-trick ke gawang Newcastle dan empat gol ke gawang Leicester.

Sejauh ini Kun telah mencetak 21 gol di Premier League dan hanya terpaut dua gol dari Harry Kane di puncak klasemen pencetak gol terbanyak sementara Liga Inggris. Mengingat laga masih menyisakan 11 pertandingan sisa – bukan tak mungkin Aguero mematahkan jumlah gol terbanyak yang ia buat dalam kurun waktu semusim.

 

Kembalinya para petarung

Bagi pesepakbola – cedera adalah pukulan serius terhadap mental mereka, terutama saat mereka telah menjadi langganan tim utama dan bermain secara reguler.

Ada dua nama yang kembali ke lapangan saat City mencukur Leicester 5-1, pertama adalah John Stones.

Akhirnya kita bisa melihat duet dua ball-playing defender paling menjanjikan seantero Eropa. Stones – Laporte adalah duet ideal dengan rataan postur yang mumpuni, terlebih keduanya saling melengkapi karena Laporte adalah seorang pemain kidal dan Stones punya kaki kanan yang dominan. Jelas terlihat duo ini akan menjadi duet lini pertahanan City dalam jangka waktu yang lama karena usia dan potensi yang mereka punya. Dengan kemampuan keduanya mendistribusikan bola dari belakang, dipastikan rataan 60% penguasaan bola the Blues akan naik drastis saat keduanya dipasang bersamaan.

Kedua sang wonderkid jebolan akademi City Phil Foden juga mendapatkan kesempatan comeback ke lapangan dan disambut riuh dukungan publik Etihad saat ia masuk ke lapangan. Sebelum cedera, Foden sempat mendapatkan beberapa kesempatan tampil di laga penting bahkan sebagai starter. Dengan masih bertarungnya City di seluruh turnamen musim ini, dipastikan kita akan lebih sering menyaksikan performanya musim ini.

 

Tekel beterbangan

Usai pertandingan berakhir, di area mixzone seluruh wartawan memberondong De Bruyen dengan satu pertanyaan: tentang tekel-tekel kasar yang dilakukan lawan-lawan City terhadap pemain kunci City pada musim ini dan apakah wasit perlu memberikan perlindungan ekstra terhadap para punggawa the Blues.

Kevin menjawab bahwa itu sepenuhnya menjadi wilayah wasit dan pemain ini menggarisbawahi bahwa para punggawa the Blues tidak ‘merengek’ minta perlakuan spesial dari wasit.

Tapi bukti dan korban telah berjatuhan satu persatu. Kehilangan Sane, Mendy, dan beberapa tekel horor yang dilancarkan ke kaki De Bruyne serta Sterling pada musim ini bisa saja mengakhiri karir mereka. Jika terus kehilangan pemain kunci karena taktik permaianan kasar lawan, bisa berakibat terhadap akhir perjalanan musim City di kampanye 2017/18.

Filosofi permainan Pep yang menekankan terhadap penguasaan bola memang mengundang tekel-tekel kasar beterbangan dari kubu lawan karena rasa frustrasi nyaris tidak menguasai bola sepanjang pertandingan. Tetapi Guardiola tetap teguh dengan gaya sepakbola yang tengah coba ia terapkan di Etihad – dan dengan semangat tim kita semua berharap agar semua itu dibayar dengan gelar-gelar pada akhir musim nanti.