quote linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Bedah taktik: City menang dengan hati

GIRANG: Sergio Aguero merayakan gol pertamanya.

GIRANG: Sergio Aguero merayakan gol pertamanya.

City punya senjata rahasia saat taklukan Burnley di FA Cup. @RasyidMCFC membahasnya lebih dalam...

City lolos ke babak keempat FA Cup usai menumbangkan perlawanan sengit Burnley. Bermain terbuka dan lepas sepanjang laga, tim racikan Sean Dyche ini menjadi tim Premier League yang paling merepotkan sejauh ini. Sempat tertinggal di babak pertama, City berhasil bangkit dan memastikan diri melenggang ke babak selanjutnya.

Tim pelapis?

City tak pernah menganggap enteng lawan di kompetisi manapun, hal ini tercermin dari skuat yang Guardiola turunkan dari laga ke laga. Kendati merotasi empat pemainnya di laga ini, kualitas permainan di kubu The Blues tak ada bedanya dengan skuat yang mengalahkan Huddersfield ataupun United sekalipun.

Zinchenko dan Danilo yang tampil sejak awal, memberikan energi yang luar biasa di lini tengah. Heat map memperlihatkan seolah-olah Pep Guardiola tampil dengan formasi 2-5-3. Menyisakan Stones dan Otamendi di lapis terakhir bersama Claudio Bravo - bahkan Danilo hampir tak sekalipun menyentuh bola di kotak penalti sendiri. 

BERAKSI: Oleksandr Zinchenko banyak terlibat dalam permainan di babak pertama.

Aksi Bravo pun patut disorot. Selama ini ia banyak dipuji berkat aksi heroik saat adu penalti, namun saat meladeni Burnley, permainan bola bawahnya tak kalah baik dengan rekan setimnya, Ederson. Beberapa kali ditekan, Bravo tampil tenang dengan bola di kakinya.

Sementara Silva, Fernandinho, Gundogan ada di segala penjuru lapangan. Kontribusinya malam itu tidak perlu lagi dipertanyakan - jika dikombinasikan, ketiganya mengoleksi 288 sentuhan dengan rata-rata akurasi umpan sebesar 90% dengan dua assist brilian untuk Sergio, ditambah penguasaan bola sebesar 76.5%, salah satu yang tertinggi musim ini.

Jadi, jika ada yang berkata City tampil dengan pemain pelapis, berikan saja artikel ini.

Ikatan emosi

Dalam konferensi pers usai laga, Gundogan mengatakan gol pertama berawal dari kontak matanya dengan Aguero saat ingin mengeksekusi tendangan bebas.

“Setelah kontak mata, saya yakin ia berlari.” pungkasnya,

Komunikasi antar hati ini selanjutnya meyakinkan Ilkay untuk mengirim umpan cepat kepada Kun - lebih cepat dari kamera kembali dari siaran ulang - yang menyamakan kedudukan sekaligus mengubah momentum pertandingan.

MAESTRO: Ilkay Gundogan lewati Jack Cork.

Gol kedua juga memiliki rasa yang serupa, kombinasi Gundogan-Aguero kembali membuahkan hasil 2 menit berselang, backheel manis dari gelandang Jerman ini menuai decak kagum seantero stadion dan Nick Pope terpaksa memungut kembali bola dari gawangnya.

Chemistry antar pemain ini yang pada akhirnya menjadi senjata paling ampuh pasukan Guardiola, disaat lawan mulai membaca pola permainan City, para pemain menjawabnya dengan bahasa kalbu yang hanya bisa diterjemahkan oleh rekan sendiri.