quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Bedah taktik: Bernardo si balok tetris

SUPER SUB: Bernardo mencetak gol penutup dua menit usai masuk ke lapangan.

SUPER SUB: Bernardo mencetak gol penutup dua menit usai masuk ke lapangan.

Mimin yang tak lekang oleh waktu @HanifThamrin menganalisa apa saja yang bisa kita pelajari dari kemenangan dramatis City di leg pertama semifinal Carabao Cup kontra Bristol City…

Bernardo ibarat balok lurus dalam permainan tetris

Bernardo Silva memainkan empat posisi dalam satu pertandingan saat menghadapi Bristol City dalam laga leg pertama semifinal Carabao Cup di Etihad.

Ia mengawali laga di sayap kanan, kemudian berpindah ke sayap kiri, lalu memainkan peran false nine sepanjang mayoritas laga.

Hingga Yaya Toure ditarik keluar dan digantikan oleh Sergio Aguero pada menit ke-70, pergantian ini membuat Bernardo berpindah ke tengah, menjadi gelandang sisi kanan mengapit Ilkay Gundogan dan Kevin De Bruyne.

Tak hanya mampu menjadi kepingan yang dibutuhkan tim, Bernardo juga menunjukkan sisi magisnya dengan menjadi provider assist bagi gol kemenangan Aguero yang tercipta di masa injury time.

Ia pindah dari Liga Prancis dan masuk ke tim bertabur bintang, patut diingat musim pertama seorang pemain adalah musim beradaptasi. Satu hal yang pasti: Musim depan saat ia semakin nyetel dengan rekan-rekannya dan kehidupan di Manchester – kita akan melihat lebih banyak magis dari Silva 2.0 di Etihad.

 

Pesona Zinchenko

Guardiola banyak memberi kesempatan kepada para pemain muda sepanjang karir kepelatihannya. Diantaranya 22 muda di Barca, para debutan itu tak sedikit yang kemudian tumbuh menjadi pemain besar seperti Busquets, Thiago, Sergi Roberto, Nolito, Deulefou dan lain sebagainya.

Pep mulai memberikan sentuhan magisnya kepada akademi City, Phil Foden dipastikan akan turun kontra Bristol jika saja ia tidak terkena cedera – dan teranyar Guardiola mempercayai pos bek kiri kepada seorang bocah bernama Oleksandr Zinchenko.

Ia tampil solid sebagai bek kiri, kerap naik turun membantu sisi sayap dan bahkan sigap bertahan mengawal umpan-umpan silang yang dilepas para pemain Bristol ke kotak penalti City. Meski posisi aslinya seorang gelandang serang, tapi Zinchenko paham betul satu hal yang harus ia miliki jika ingin menembus tim Guardiola: Mampu dimainkan di posisi lain dan rela berkorban bagi tim.

 

Grafik Aguero kembali normal

Kun Aguero kembali meneror lawan-lawan City dengan gol-golnya. Jika diperhatikan grafik Aguero biasanya akan menanjak setelah tahun baru, terutama di bulan Februari hingga akhir musim. Setelah mencetak dua gol dalam tempo dua menit kontra Burnley, Kun kembali menjadi pahlawan kemenagan saat golnya di masa injury time memastikan City dalam posisi unggul menghadapi leg kedua semifinal Carabao Cup nanti.

Bagi Kun performa ini adalah performa ‘normal’-nya. Sejak ia pindah ke Premier League – tak ada striker yang lebih tajam ketimbang dirinya dalam rataan gol per musim. Bahkan saat kontra Bristol ia mencetak gol lewat cara sundulan! Cukup menyenangkan mengingat Aguero bukanlah seorang Carrol atau Crouch, tapi ia bisa mencetak gol dari semua tubuhnya!