quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Bedah Taktik: Manchester City ibarat anggur tua

Kemenangan atas Everton mengawali pekan krusial City di dua kompetisi. Apa saja poin yang patut disorot dari Goodison Park? Simak ulasan @RasyidMCFC berikut ini..

Kepingan terakhir

Goodison Park adalah tempat yang cukup keramat bagi Guardiola. Terakhir kali berkunjung, tim besutannya hancur lebur di tangan anak-anak Merseyside. Hasil ini menjadikan Everton sebagai satu-satunya tim Premier League yang belum pernah ia jinakkan.

Kemarin (31/3), Guardiola kembali datang berbekal pengetahuan dan skuat yang lebih matang. Hasilnya, tiga gol bersarang di gawang lawan dan tiga poin penting kita bawa pulang.

Kemenangan ini disebutnya tidak datang begitu saja, melainkan buah dari pemikiran dan latihan selama dua tahun.

PEP WATCH: The manager observes from the bench at Goodison Park.

Ia memaparkan: “Di Goodison Park dan Anfield, jika Anda tidak tampil agresif dan memenangkan duel, mustahil untuk memetik angka.

Hasil ini tidak datang dalam sehari. Ini adalah hasil berpikir dan berlatih selama dua tahun.“ pungkasnya.

Dengan begitu, lengkap sudah kepingan kemenangan Guardiola melawan semua tim di liga.

Siapa mau Silva layani?

Janggal rasanya jika kita tidak membahas pemain yang satu ini selepas tiap pertandingan.

Silva kembali menjadi buah bibir lewat penampilan apiknya saat melumpuhkan Everton. Ia terlibat di semua lini, gol pembuka dan penutup The Blues malam itu.

Usianya yang sudah menginjak angka 32 tidak membuatnya meredup. El Mago justru menjelma menjadi paling bersinar dalam permainan City – kendati tiap pemain punya andil, Silva adalah jantung yang memompa aliran bola.

PROBING: David Silva looks for a fourth City goal.

Di laga melawan melawan Everton, Silva mengoleksi 110 sentuhan, 94% umpan sukses dan sebuah penghargaan Man of the Match.

Tidak berhenti di situ, dua umpannya yang berbuah gol ke gawang Everton menjadikannya pemain ketiga (setelah De Bruyne dan Sane) yang mengoleksi dua digit assist sejauh ini - menjadikan Man City tim ketiga yang berhasil melakukannya dalam satu musim.

Jadi, siapa lagi yang mau Silva layani?

Wajah baru Laporte

Ada yang unik dari susunan pemain yang diturunkan Pep saat berlaga melawan The Toffees. Pos bek kiri yang sejatinya kerap dihuni oleh Delph dan Zinchenko musim ini, kedapatan wajah baru: Laporte.

Mengejutkan, tapi bukan sesuatu yang mengherankan. Kita semua tahu Pep senang merotasi dan mencoba variasi posisi untuk para pemainnya. Terlebih, sang pemain punya pengalaman bermain sebagai bek kiri di klub lamanya.

Laporte bermain luwes di posisi barunya. Ia acap kali ikut menyerang dan membahayakan di sepertiga lapangan lawan. Gol pertama lahir dari kecerdasannya menemukan Silva yang terlepas di kotak penalti sebelum diteruskan ke kaki Sane.

STRIKE: Aymeric Laporte takes aim in the first half.

Bek Perancis ini memang dikenal sebagai pemain yang nyaman bermain bola bawah, kelebihan inilah yang dimanfaatkan Pep untuk mengeksploitasi lawan sekaligus meredam aksi Theo Walcott di sayap kiri.

Saat ditanya soal peran barunya lepas laga, ia mengatakan merasa sangat baik kendati harus bermain di posisi yang berbeda. Dan wajah baru ini jelas merupakan kabar gembira bagi Guardiola.

Anggur tua

Saat ini City tengah memasuki pekan krusial menuju penutupan musim. Dua kompetisi yang tengah kita jalani akan segera mencapai garis finis.

Everton adalah gerbang pertama The Blues sebelum menjalani tiga laga sulit melawan Liverpool, United dan Spurs dalam dua pekan ke depan, sehingga penting rasanya untuk menjaga momentum seperti yang kita sajikan di Goodison Park.

Semoga saja, City ibarat sebotol anggur tua; semakin lama umurnya, semakin nikmat pula rasanya; semakin jauh musim yang ditempuhnya, semakin baik pula hasil yang dipetiknya.