Skuat Manchester City menghabiskan minggu di Abu Dhabi, menikmati udara hangat dalam sesi latihan untuk mengisi baterai jelang bulan final musim ini.

Jurnalis Klub Rob Pollard berada di Abu Dhabi untuk menulis pengamatannya…

Atmosfer skuat luar biasa

Setiap minggu menjadi semakin jelas bahwa skuat City adalah kelompok yang bersatu.

Para pemain jelas begitu akrab. Tidak ada kelompok tertentu di dalam ruang ganti ataupun pertengkaran, hanya kebersamaan dan hasrat yang sama untuk mencapai tujuan.

Barangkali faktor ini lebih dari apapun, akan menjadi sangat vital untuk mengamankan gelar Premier League dan maju lebih jauh di Liga Champions.

Butuh jeda

Nyaris setiap pemain, dalam tahap tertentu pada minggu ini, mendeskripsikan betapa pentingnya periode tanpa laga kompetitif.

Ini merupakan musim yang sangat menuntut bagi City. Dengan kesuksesan datang dari jadwal padat, dan City telah memainkan 47 pertandingan di semua kompetisi sejauh ini, dan masih harus memainkan delapan laga Premier League ditambah (semoga) lima laga lagi di Liga Champions.

Periode 19 hari tanpa pertandingan ini sangat krusial. Kelelahan dan cedera bisa diminimalisir dengan istirahat dimana para pemain memiliki waktu untuk memulihkan kondisi.

Seperti yang digarisbawahi oleh Bernardo Silva, masa jeda ini memberi kesempatan bagi City untuk bersaing di Liga Champions melawan tim-tim Eropa yang memiliki keuntungan jeda musim dingin kompetisi.

Latihan intensitas tinggi

Siapapun yang menyangka bahwa ini adalah liburan dengan sinar matahari akan sangat salah.

Selain menghadiri beberapa sesi pertemuan taktik, para pemain berlatih tiga kali, dengan setiap sesi latihan tersaji dalam intensitas tinggi.

Skuat ini penuh dengan pemenang dan ingin bersaing sepanjang waktu. Latihan tidak menjadi pengecualian.

Dua sesi latihan berakhir dengan pertandingan dan keinginan menang setiap pemain jelas terlihat. Tidak ada yang menahan tekel ataupun pressing, serta hasrat untuk memenangkan bola kembali saat kehilangan penguasaan bola sama persis seperti ketika dalam pertandingan resmi.

Sane terlihat tajam

Mencetak 12 gol dan membuat 15 assist barangkali membuat beberapa pemain muda menjadi lengah, tetapi Leroy Sane tidak demikian – banyak hal yang ingin ia perbaiki.

Ia terlihat begitu tajam selama masa training camp di Abu Dhabi.

KDB master umpan

Bahkan dalam sesi latihan, Anda tidak berhenti terkesima dengan akurasi umpan Kevin De Bruyne.

Ia hanya butuh beberapa detik untuk membelah pertahanan empat bek sejajar lewat umpan-umpannya.

Ia sangat menonjol di sesi latihan.

Pemain muda lanjutkan pendidikan tim utama

Phil FodenBrahim DiazOleksandr Zinchenko dan Aro Muric melanjutkan keterlibatan mereka dengan tim utama minggu ini.

Sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi para pemain muda tersebut, bekerja disamping pemain terbaik, staff dibalik layar dan tim medis terbaik di permainan ini.

Para pemain rileks diundi kontra Liverpool

Dalam hari terakhir di Abu Dhabi, undian perempat final Liga Champions diadakan, dimana City diundi kontra Liverpool.

Reaksi dari para pemain begitu rileks tentang laga ini. Ini dipastikan menjadi dua leg yang brilian.

Penduduk lokal cinta City

Ada banyak ketertarikan dari penduduk lokal terkait kedatangan City.

Dengan dua sesi latihan yang terbuka untuk publik, ada banyak kesempatan bagi mereka untuk melihat pemain lebih dekat.

Ada banyak swafoto, dan penandatanganan jersey, dimana popularitas City di UEA meningkat drastis.

Sekolah Sepakbola

Aymeric Laporte dan Brahim Diaz menyempatkan waktu mengajar beberapa anak muda yang mengikuti kegiatan City in the Community Soccer School di Abu Dhabi.

Keduanya, memiliki hubungan yang dekat, memberikan pelajaran tentang operan dan tembakan, serta ambil bagian dalam permainan.

Itu adalah event yang brilian.

Tak hanya soal sepakbola...

Ada banyak pemain yang menikmati waktu jauh dari sepakbola, termasuk menghabiskan sehari bersama CityTV bermain petak umpet!

Begitu berharga melihat Zinchenko menghitung hingga 10.