quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Leroy Sane: Musim yang patut dikenang

SUPER SANE: Leroy Sane membaca situasi

SUPER SANE: Leroy Sane membaca situasi

PFA Young Player of the Year, Leroy sane, menjalani musim 2017-18 yang indah. Jurnalis klub, Rob Pollard, melihat kembali statistiknya di musim ini.

Dalam video wawancara Chairman Khaldoon Al Mubarak tentang tinjauan akhir musim yang keluar di awal pekan ini, ia berbicara lantang doal Leroy Sane.

Ia membawa kami ke laga debutnya melawan Manchester United tahun 2016. Pemain sayap Jerman tersebut, yang baru berusia 20 tahun saat itu, masuk sebagai pemain pengganti dan tampil gugup malam itu. Ia tidak melewati bek sayap dan memutuskan untuk bermain dengan hati-hati, sering kali bermain ke dalam untuk melepas operan sederhana ke rekan setim, ketakutan kehilangan bola, membuat kesalahan, menghantui penampilannya.

Liga baru, lingkungan baru dan sebuah langkah besar dari Schalke, periode transisinya cukup sulit saat itu. Selama enam bulan, ia berada di luar kemampuannya, tidak mampu menampilkan apa yang ia lakukan dulu.

Lalu, datanglah laga yang menentukan: kemenangan 2-1 atas Arsenal di bulan Desember musim pertamanya. Sane mencetak gol pertamanya untuk Klub dan bermain luar biasa, ia menggunakan kecepatannya untuk meneror pertahanan Arsenal sepanjang laga. Dari momen tersebut, musimnya berbalik sepenuhnya.

Di musim 2017/18, ia menunjukkan dirinya sebagai salah satu pemain muda terbaik di Eropa. Ia mencetak 14 gol di semua kompetisi dan menciptakan 17 asis. Ia mengemas 84% operan sukses dan berhasil melakukan 2.8 dribel setiap 90 menit. Sebagai pemain muda yang masih berkembang dan tampil sebagai pemain sayap, angka tersebut amatlah menyeramkan, meningkat drastis dari musim sebelumnya.

Sane begitu tajam. Kecepatannya menjadi teror bagi para bek dan posisinya yang berada di pinggir lapangan, memberikan ruang bagi Kevin De Bruyne, David Silva dan Sergio Aguero untuk bisa dieksploitasi. Ia adalah sosok yang krusial dalam mengembangkan gaya bermain Pep Guardiola. 

ia memiliki teknik yang menawan, dengan santuhan pertama yang bagus dan kemampuan untuk menciptakan momen magis yang membuatnya mampu melewati pemain lawan. Dengan banyaknya pemain City yang fokus melepas umpan pendek dan tajam, Sane kerap kali menjadi katalis dalam permainan langsung; perubahan kecepatan yang membuat lawan tidak nyama - Gol Bernardo Silva ke gawang Arsenal adalah contohnya.

 

THE MAGICIAN: Getting better with age...

Highlights

Arsenal v City: Brief highlights

View original post

Dan ia menambahkan variasi ke dalam permainannya. Ia tidak hanya seorang pemain sayap semata. Ia kerap kali bergerak ke dalam untuk memberikan ancaman di lini tengah, lebih dekat kepada penyerang untuk memberikan opsi. Pengetahuannya berkembang, dan pemahamannya tentang kapan ia harus menahan bola dan kapan harus melewati pemain, semakin baik dari waktu ke waktu.

Di bawah supervisi Guardiola, langit adalah batasan Sane. Saat persaingan Lionel Ballon d'Or Messi-Cristiano Ronaldo mulai menurun, pertarungan akan penghargaan individu akan di kembali diberikan kepada para pemain muda. Jika Sane terus berkembang seperti 18 tahun ke belakang, masukkan dirinya ke deretan kandidat pemain yang akan meraihnya.

Juara Premier League, juara Carabao Cup dan pemain muda terbaik di Inggris. Musim yang patut dikenang oleh Leroy.