George Haigh yang berusia 103 tahun merupakan salah satu mantan pesepakbola tertua di dunia.

Mantan bek tengah Manchester City di tahun 1931 tersebut memulai karir dari akademi City sebelum pindah ke Stockport County, dimana ia tinggal selama tiga tahun sebelum pindah ke RAF pada awal Perang Dunia Kedua.

Meski tidak pernah membuat penampilan bagi tim utama City, Haigh selalu dekat dengan klub, karena seluruh anggota keluarganya adalah pendukung City!

George diundang sebagai tamu kehormatan Etihad dalam kemenangan 3-1 City atas United saat Remembrance Day.

Berbicara di laga tersebut, George mengingat masa-masanya di City dan persahabatan yang ia miliki dengan legenda City Frank Swift.

“Ketika saya memulai karir (disini) itu sudah lama sekali,” Haigh menjelaskan. “Saya belum cukup dewasa untuk bermain di tim utama karena Anda harus berusia 18 tahun untuk memainkan pertandingan profesional pada saat itu.

“Jadi saya biasa pergi pada hari Selasa dan Kamis ke Maine Road untuk berlatih. Saya dan Frank (Swift) biasa bermain bersama di Maine Road dan setiap saya berlatih ia (Frank) akan menghampiri saya dan kami makan chin wag bersama, saya mengetahui banyak hal tentang City dari Frank.”

George kemudian mengingat keputusannya untuk pindah ke Stockport County dan mengisahkan pertemuan pertamanya dengan mantan kiper City Bert Trautmann.

 

“Manajer Stockport datang dan menawari saya kontrak dan saya mengambilnya! Saya masih muda saat itu dan berakhir di Stockport untuk waktu yang lama. Saya bersama mereka tiga tahun sebelum perang meletus,” kata George.

 

“Saya berakhir di RAF dan saya ingat bertemu Bert Trautmann di penjara perang. Ia merupakan pria yang sangat baik.”

 

Berbicara sebagai salah satu mantan pemain profesional tertua, George menjelaskan betapa bangga dirinya.

 

“Saya percaya bahwa saya adalah yang tertua,” kata pria berusia 103 tahun tersebut.

 

“Saya sangat bangga, saya tidak mengerti saat mereka memberitahu saya tetapi disinilah kita! Ini telah terjadi dan saya sangat menikmati setiap momen ini!”